NARASIKOE.COM – Generasi muda memegang peranan krusial dalam menentukan masa depan Indonesia. Untuk dapat berkontribusi secara positif, mahasiswa baru dinilai perlu dibekali pemahaman wawasan kebangsaan yang kokoh guna menangkal berbagai potensi ancaman, termasuk paparan radikalisme di ruang digital.
Pesan tersebut ditegaskan oleh pemerhati intelijen dan keamanan nasional, Irjen Pol (Purn) Faizal Tayeb SIK MH, saat hadir sebagai narasumber dalam rangkaian acara Pengenalan Akademik dan Kegiatan Mahasiswa (PAKEM) Universitas Semarang (USM) di Gedung Gelora USM, Semarang, Sabtu, 12 September 2026.
Dalam pemaparannya, Faizal mengingatkan bahwa arus pesat perkembangan teknologi membawa tantangan nyata berupa perekrutan dan penyebaran paham radikal secara langsung melalui jejaring siber (cyberspace).
“Kami menemukan bahwa proses radikalisasi melalui cyberspace itu sangat tinggi dan itu secara langsung, jadi kita harus waspada terhadap kekerasan secara langsung maupun melalui gadget. Semakin banyak kita mempelajari referensi literasi, makin bisa juga kita membedakan mana yang produktif dan kontraproduktif,” ujar Faizal Tayeb, Sabtu, 12 September 2026.
Selain literasi digital, Faizal menyayangkan tradisi berdiskusi dan berdialog yang mulai meredup di kalangan generasi muda akibat ketergantungan pada gawai.
Padahal, ruang perjumpaan pikiran sangat dibutuhkan untuk membedah persoalan bangsa secara kritis dan konstruktif.
Guna membentengi diri dari pengaruh negatif, ia menekankan pentingnya empat pilar kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan etika dan penuntun moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan wawasan kebangsaan yang matang, para mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi insan akademis yang cerdas, berilmu, dan siap memajukan Indonesia.


















