NARASIKOE.COM – Masa depan kelanjutan pendidikan bagi peserta didik program Sekolah Rakyat menjadi salah satu fokus utama Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dalam upaya pemutusan rantai kemiskinan antargenerasi.
Keberlanjutan jenjang pascalulus, baik melalui pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi, dinilai sebagai modal manusia (human capital) yang krusial.
Gagasan strategis tersebut dirumuskan Sumarno bersama tim kerja dalam program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Khusus Jenjang Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Utama/Madya Tahun 2026 di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Selasa, 15 September 2026.
Rekomendasi tersebut sebelumnya telah disampaikan secara langsung kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf pada 8 September 2026.
“Untuk Sekolah Rakyat ini, rekomendasinya adalah menentukan arah ke depan, apakah akan diarahkan ke pendidikan vokasi atau melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Kita mendapat banyak sekali pembelajaran melalui diskusi-diskusi dengan teman-teman, dan kita juga memberi rekomendasi Kementerian Sosial untuk menyelesaikan problem-problem yang di kelompok kami,” kata Sumarno, Selasa, 15 September 2026.
Program RPL khusus yang berlangsung selama enam pekan sejak 4 Agustus hingga 15 September 2026 ini mengusung tema Orkestrasi Kebijakan Lintas Sektor dalam Pengentasan Kemiskinan.
Diikuti 28 peserta dari 15 kementerian/lembaga dan tiga sekretaris daerah provinsi, program ini mendorong peserta keluar dari ego sektoral menuju aksi kolektif (collective action).
Kepala LAN, Muhammad Taufiq, menegaskan pentingnya perubahan pola kerja Birokrasi menjadi pendekatan berbasis ekosistem (ecosystem) guna menangani masalah sosial yang kompleks.
“Ketika masalahnya ekosistem, tentunya tadi perlu sebuah cara kerja ekosistem,” ujar Kepala LAN, Muhammad Taufiq.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico mengapresiasi hasil rencana aksi para peserta yang dapat langsung digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan resmi Kemensos.
Dalam wisuda (graduation) program tersebut, Sekda Jateng Sumarno berhasil mencatatkan prestasi membanggakan dengan dinobatkan sebagai satu dari tujuh peserta yang meraih predikat Sangat Memuaskan atas dedikasi dan kualitas rekomendasi kebijakan yang ditelurkannya.


















