NARASIKOE.COM – Ajang olahraga multieven terbesar di tingkat regional, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026, siap dihelat di kawasan Semarang Raya.
Selain menjadi arena perebutan gengsi antarkabupaten/kota, gelaran ini diproyeksikan sebagai batu loncatan utama pembinaan atlet daerah menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 hingga kancah internasional.
Kepastian kesiapan penyelenggaraan tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Panitia Besar Porprov XVII, Taj Yasin Maimoen, dalam pembukaan Chef de Mission (CdM) Meeting di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Menurut Taj Yasin, kualitas pembinaan atlet Jawa Tengah telah teruji lewat kontribusi nyata pada ajang Asian Games 2026, di mana atlet asal Jateng menyumbangkan dua dari lima medali emas Indonesia, serta perak dari cabang menembak dan dua perunggu dari wushu.
“Tujuan kita adalah menyatukan misi bahwa kita ingin sukses dalam agenda Porprov ke-17 dan juga sukses membina para atlet kita dari bibit-bibit atlet, sehingga ke depan kita bisa menambah medali untuk Indonesia. Goal-nya pada PON tahun 2028. Kita berharap ketika sukses dalam perhelatan ini, kita bisa dilirik menjadi tuan rumah PON berikutnya,” ujar Taj Yasin.
Gus Yasin juga mengingatkan agar para pimpinan kontingen (Chef de Mission) tidak sekadar mengurus logistik, transportasi, dan akomodasi, tetapi juga berperan aktif sebagai motivator untuk menjaga kondisi mental para atlet saat berlaga.
Sementara itu, Ketua KONI Jawa Tengah, Sudjarwanto Dwiatmoko, menjelaskan bahwa CdM Meeting merupakan ajang penyelarasan aspek teknis fasilitas arena (venue), medis, hingga pengamanan.
Sebanyak 7.990 atlet dan 1.911 official dipastikan bakal memperebutkan 2.769 medali dari 58 cabang olahraga.
Babak penyisihan sejumlah cabang olahraga dijadwalkan bergulir mulai 20 Oktober 2026, disusul acara upacara pembukaan (opening ceremony) resmi pada 25 Oktober, dan berakhir pada 30 Oktober 2026.


















