NARASIKOE.COM – Penanganan krisis ekologi di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah dilakukan tanpa menunggu selesainya pembangunan tanggul laut raksasa (Giant Sea Wall).
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa (BOPPJ) sepakat memperkuat benteng vegetasi alami melalui restorasi ekosistem mangrove di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.
Penetapan kawasan Sayung sebagai proyek percontohan (demonstration plot) berbasis Nature-based Solution tersebut disepakati dalam pertemuan antara Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Kepala BOPPJ Fadil Imran di Kantor Gubernur Jateng, Semarang, Kamis, 8 Oktober 2026.
Wakil Kepala BOPPJ Fadil Imran menyampaikan bahwa langkah restorasi di kawasan Teluk Semarang, Demak, dan Kendal ini tidak sekadar berfokus pada aspek teknis lingkungan, melainkan menaruh perhatian besar pada pelibatan warga lokal.
“Presiden sudah memerintahkan BOPPJ untuk mengoptimalkan perlindungan ekologis dan pengembangan ekonomi masyarakat di Pantura. Salah satu wilayah yang menjadi titik untuk dikelola adalah di Teluk Semarang, Demak, dan Kendal,” jelas Fadil Imran.
Fadil menambahkan, BOPPJ akan mengadopsi berbagai praktik baik (best practices) pengelolaan pesisir berbasis komunitas yang telah berjalan di Jawa Tengah.
Salah satu model yang dilirik adalah pengelolaan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, yang diinisiasi tokoh pemuda lokal Mohammad Bangkit bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyambut baik sinergi ini karena sejalan dengan program Mageri Segoro yang konsisten dijalankan Pemprov Jateng.
“Tentu saja program BOPPJ itu selaras dengan program Jawa Tengah. Kita punya program Mageri Segoro yang itu sudah melibatkan seluruh komponen masyarakat,” terang Ahmad Luthfi.
Luthfi membeberkan bahwa kawasan Pantura Jawa Tengah sepanjang 651,47 kilometer saat ini menghadapi ancaman abrasi serius, banjir rob, hingga penurunan muka tanah (land subsidence) mencapai 8–11 sentimeter per tahun.
Sembari menunggu realisasi Giant Sea Wall sepanjang 274,7 kilometer dari Brebes hingga Rembang, percepatan penanaman vegetasi pantai seperti mangrove, cemara laut, dan kelapa dinilai sebagai langkah mitigasi paling mendesak guna membentengi kehidupan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.


















