NARASIKOE.COM – Penetrasi teknologi digital dalam dunia pendidikan di Jawa Tengah terus didorong agar masuk ke dalam struktur kurikulum sekolah.
Langkah ini dinilai krusial untuk mengasah logika pemecahan masalah (problem solving), daya kritis, serta kecerdasan emosional anak sejak dini.
Dukungan tersebut ditegaskan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat membuka agenda Training for Trainer Pelatihan dan Simulasi Kompetisi Sains, Koding, dan Robotik Berbasis STEAM di Gedung FMIPA Universitas Negeri Semarang (Unnes), Kamis, 8 Oktober 2026.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Rumah Edukasi bersama Unnes ini diikuti oleh jajaran pendidik tingkat SD, SMP, SMA, hingga SMK se-Jawa Tengah.
Nawal menjelaskan, pengenalan koding dan robotik sejalan dengan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 127/P/2025 tentang Pedoman Implementasi Koding dan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) pada PAUD hingga Pendidikan Menengah.
“Ini saya rasa merupakan sebuah pembelajaran penting, dan kita harus memperluas jaringan pendidikan di Jawa Tengah ini, agar koding dan robotik ini bisa kita masukkan dalam internalisasi kurikulum dalam pembelajaran-pembelajaran yang sudah dilakukan,” ungkap Nawal, Jumat, 9 Oktober 2026.
Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut mengungkapkan, Pokja PAUD Jateng bersama Rumah Edukasi sebelumnya telah melatih lebih dari 600 guru PAUD.
Metode ini terbukti mampu mengubah mata pelajaran eksakta seperti matematika dan sains menjadi aktivitas learning by playing (belajar sambil bermain) yang menyenangkan bagi siswa.
Nawal juga menepis anggapan bahwa pembelajaran teknologi mutakhir selalu membutuhkan anggaran perangkat yang mahal layaknya di negara maju seperti Jepang atau Singapura.
“Kita bisa memakai banyak sekali media-media pembelajaran, selain daripada robot-robot yang mahal. Kita bisa pakai kertas, kardus, dan sebagainya untuk bisa menunjang adanya pembelajaran,” jelas Nawal.
Sementara itu, Wakil Dekan I FMIPA Unnes Zaenal Abidin mengapresiasi kolaborasi lintas sektor ini sebagai wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam meningkatkan kompetensi mengajar para guru di Jawa Tengah agar adaptif terhadap perkembangan zaman.


















