Berita

Transformasi Layanan Posyandu Jateng: Penerapan 6 SPM Menjangkau 49 Ribu Lembaga

×

Transformasi Layanan Posyandu Jateng: Penerapan 6 SPM Menjangkau 49 Ribu Lembaga

Sebarkan artikel ini
Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat di Posyandu Melati, Desa Triguno, Kabupaten Pati, Selasa, 6 Oktober 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin saat di Posyandu Melati, Desa Triguno, Kabupaten Pati, Selasa, 6 Oktober 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Peran Pos Pembina Terpadu (Posyandu) di Jawa Tengah kini tidak lagi terbatas pada penimbangan balita dan pemeriksaan kesehatan dasar.

Melalui integrasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), Posyandu bertransformasi menjadi pusat layanan masyarakat terpadu di tingkat desa dan kelurahan.

Perkembangan signifikan tersebut dipantau langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat mendampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen meninjau Posyandu Melati di Balai Desa Triguno, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati, Selasa, 6 Oktober 2026.

Nawal mengungkapkan, hingga saat ini tercatat hampir 49.149 lembaga Posyandu di seluruh Jawa Tengah yang telah mengadopsi skema perluasan enam bidang SPM.

“Jadi Posyandu 6 SPM ini saya pastikan alhamdulillah semuanya sudah berjalan dengan baik. Pelayanan yang menjadi prioritas pertama adalah pendidikan. Kami menghadirkan layanan PAUD Emas dan kemudian pojok baca tadi sudah ada,” kata Nawal Arafah Yasin.

Dalam kunjungan kerja di Pati, implementasi enam bidang SPM diwujudkan melalui penyerahan berbagai bantuan konkret lintas sektor.

Di bidang pendidikan, disalurkan bantuan rak, 50 judul buku cerita, dan alat permainan edukatif bagi TK Insan Ceria.

Sementara di bidang sosial, diserahkan dua unit kursi roda dan kaki palsu untuk penyandang disabilitas.

Pada sektor perumahan rakyat dan pekerjaan umum, Posyandu Melati mengembangkan kebun gizi desa, merenovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta menyalurkan 10 tangki bantuan air bersih untuk warga Dusun Putuk yang terdampak kekeringan.

Guna memperkuat ketenteraman dan ketertiban umum (trantibumlinmas), Tim Penggerak PKK Jateng membekali kader dengan buku panduan dan pelatihan mitigasi bencana melalui program PKK Siaga dan Tanggap Bencana (Sigab).

Selain itu, dikembangkan pula kemitraan ekonomi bersama PT Gapura Mas Lestari (GML) dan PT Biosirkular Inovasi Indonesia untuk mengedukasi kader dalam mengumpulkan minyak goreng bekas (jelantah) menjadi sumber pendapatan keluarga.