NARASIKOE.COM – Penanganan berbagai isu krusial yang membayangi tumbuh kembang anak tidak dapat hanya mengandalkan peran orang dewasa.
Perwakilan generasi muda dinilai perlu mengambil tindakan langsung sebagai bagian dari solusi penanganan kekerasan, perundungan (bullying), angka putus sekolah, hingga maraknya perkawinan usia dini.
Pesan tegas tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat membuka secara resmi Konferensi Forum Anak Jawa Tengah 2026 di Aula Sumbing BPSDMD, Kota Semarang, Jumat, 2 Oktober 2026.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menekankan agar Forum Anak Jawa Tengah terus konsisten menjalankan fungsi 2P, yakni sebagai Pelopor dan Pelapor di tengah masyarakat.
“Pelopor untuk perubahan menuju Indonesia Emas, menuju kualitas sumber daya manusianya, dan sekaligus menjadi pelapor untuk melindungi teman-teman kita. Baik itu dari putus sekolah, dari pernikahan dini, dan yang saat ini menarik juga menjadi pelapor terkait kekerasan-kekerasan yang ada di lingkungan anak-anak,” ujar Wagub Taj Yasin.
Gus Yasin menambahkan bahwa keberanian anak-anak dalam menolak pernikahan dini dan memilih memprioritaskan pendidikan merupakan bukti nyata dampak positif keberadaan Forum Anak.
Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen terus melibatkan gagasan mereka dalam penyusunan kebijakan publik melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jawa Tengah, Uswatus Hasanah, menjelaskan bahwa jaringan Forum Anak yang dibentuk sejak 2009 ini kini telah tersebar di 35 kabupaten/kota.
Aksi nyata Forum Anak juga diperkuat melalui gerakan Jogo Konco serta program Forum Anak Go To School yang menyasar sekitar 200 sekolah dan 30.000 anak setiap tahunnya.
Mengusung tema “Lahir Berkali-kali untuk Kolaborasi Aksi”, konferensi tahun ini diikuti oleh 100 delegasi anak dari seluruh pelosok Jawa Tengah.
Selain menjadi wadah pertukaran gagasan advokasi, ajang ini sekaligus menandai regenerasi kepemimpinan untuk memilih pengurus Forum Anak Jawa Tengah generasi ke-10.


















