Berita

Ubah Hasil Riset Jadi Kebijakan Konkret, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Peneliti Tak Berhenti di Menara Gading

×

Ubah Hasil Riset Jadi Kebijakan Konkret, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Peneliti Tak Berhenti di Menara Gading

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 15 Oktober 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis, 15 Oktober 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Hasil penelitian dan karya ilmiah berpotensi kehilangan daya gunanya jika hanya mengendap di dalam rak perpustakaan atau berhenti sebagai dokumen laporan semata.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta seluruh jajaran pemerintah daerah untuk menjadikan riset sebagai fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang berdampak (impactful).

Tegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri puncak acara Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak 2026 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Gubernuran Semarang, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tersebut sukses menyaring 609 karya riset dan 263 naskah artikel dari berbagai kalangan akademisi dan peneliti.

Dari ribuan gagasan ilmiah tersebut, telah dirumuskan sebanyak 51 policy brief atau ringkasan rekomendasi kebijakan strategis.

“Basis pembangunan di tempat kita adalah riset, sehingga hasil riset ini akan kita kumpulkan yang nantinya akan menjadi terobosan kreatif untuk pengembangan wilayah,” kata Ahmad Luthfi.

Luthfi menggarisbawahi bahwa tantangan terberat usai kompetisi ilmiah adalah merealisasikan rekomendasi tersebut ke dalam program kerja nyata.

Fokus rekomendasi mencakup isu-isu krusial daerah, mulai dari ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga peningkatan kualitas mutu pelayanan kesehatan.

Menurut mantan Kapolda Jateng tersebut, keberadaan analisis riset yang matang sangat membantu pemerintah mengidentifikasi dan memitigasi risiko dampak negatif sejak dini sebelum sebuah kebijakan diputuskan.

“Saya yakin penelitian dan riset tidak cukup pada saat takaran kita membaca konsep dan aplikasi. Yang paling bagus adalah bagaimana hasil riset yang sudah ditelurkan dalam lomba ini nanti harus bisa dijabarkan dalam kegiatan-kegiatan nyata, sehingga berdampak positif kepada program yang orientasinya adalah hasil yang bisa dinikmati masyarakat,” tegasnya.

Mengibaratkan para peneliti sebagai “mutiara” pengembangan daerah, Luthfi meminta jajaran dinas terkait untuk tidak melewatkan potensi para pakar dan mewajibkan tindak lanjut konkret atas 51 policy brief yang telah diserahkan.