Berita

Kebakaran Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Reboisasi

×

Kebakaran Sumbing Padam, Ahmad Luthfi Minta Percepatan Reboisasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan arahan saat meninjau posko pemadaman karhutla Gunung Sumbing di Basecamp Bimawari, Temanggung, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan arahan saat meninjau posko pemadaman karhutla Gunung Sumbing di Basecamp Bimawari, Temanggung, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dok. Humas Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing dinyatakan padam sepenuhnya setelah menghanguskan kawasan seluas 974,29 hektare yang membentang di Kabupaten Wonosobo, Magelang, dan Temanggung.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meminta tim gabungan tidak menurunkan kewaspadaan dan segera mengalihkan fokus pada penanganan pascabencana, terutama pemulihan akses air bersih serta rehabilitasi kawasan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat meninjau lokasi dan bertemu para relawan di Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Minggu, 25 Oktober 2026.

Luthfi menegaskan bahwa pemerintah provinsi berjanji akan mempercepat perbaikan instalasi pipa air warga yang rusak atau terbakar imbas luapan api dari area puncak gunung.

Selain fasilitas publik, Pemprov Jateng juga menyiapkan program reboisasi tanaman berkayu bersama masyarakat untuk memulihkan kembali ekosistem vegetasi serta satwa liar yang terdampak.

Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara Dimyati mengonfirmasi bahwa seluruh titik api dan asap telah hilang berdasarkan pemantauan aplikasi Sipongi Kementerian Kehutanan sejak Sabtu, 24 Oktober 2026.

Data Perhutani mencatat kerugian material ditaksir mencapai Rp189,3 juta dengan kerusakan lahan meliputi 398,89 hektare di Temanggung, 362 hektare di Wonosobo, dan 213 hektare di Magelang.

Meski muncul indikasi awal penyebab kebakaran diakibatkan oleh faktor kelalaian manusia (human error), pihak kepolisian bersama instansi terkait masih terus melakukan penyelidikan resmi di lapangan.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran susulan di tengah kondisi iklim yang rawan, imbauan penutupan sementara seluruh jalur pendakian gunung di Jawa Tengah dipastikan masih tetap berlaku.

Gubernur turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPBD, BNPB, relawan, serta warga lokal yang bahu-membahu menaklukkan api melalui jalur darat hingga kawasan puncak.