Berita

Rencana Tuntas Desember 2026, Progres Jalur Penyelamat Darurat Kalijambe Purworejo Lampaui Target

×

Rencana Tuntas Desember 2026, Progres Jalur Penyelamat Darurat Kalijambe Purworejo Lampaui Target

Sebarkan artikel ini
Jalur Penyelamat Darurat (JPD) di ruas Bener-Maron Kalijambe, Kabupaten Purworejo, Kamis, 15 Oktober 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Jalur Penyelamat Darurat (JPD) di ruas Bener-Maron Kalijambe, Kabupaten Purworejo, Kamis, 15 Oktober 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini tengah mengebut pembangunan Jalur Penyelamat Darurat (Emergency Escape Ramp) serta penataan ulang geometri jalan demi menekan angka kecelakaan lalu lintas.

Langkah perbaikan infrastruktur jalan bernilai kontrak Rp17,29 miliar tersebut difokuskan untuk mengantisipasi potensi insiden kegagalan sistem pengereman (rem blong), terutama bagi angkutan armada berat.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Jawa Tengah, Temmy Purboyono, menyampaikan bahwa instruksi penanganan kawasan rawan kecelakaan ini ditargetkan selesai sebelum akhir tahun.

“Tujuan utamanya adalah mengurangi kecelakaan yang sering terjadi di daerah ini,” terang Temmy Purboyono, saat meninjau progres pekerjaan di lokasi, Kamis, 15 Oktober 2026.

Temmy memaparkan, paket pekerjaan fisik sepanjang 300 meter ini merestrukturisasi alinyemen horizontal jalan.

Tingkat kemiringan tanjakan curam yang semula mencapai 12 persen kini dipangkas menjadi sekitar 8 persen agar lebih ramah dilintasi truk bermuatan berat.

Di samping pelandain jalan, titik krusial penanganan diwujudkan lewat konstruksi Jalur Penyelamat Darurat (JPD) berukuran panjang 100 meter dan lebar 6 meter.

Pekerjaan yang dimulai sejak 25 Juni 2026 tersebut kini mencatatkan progres fisik sekitar 50 persen per pertengahan Oktober 2026, melampaui target perencanaan awal sebesar 45 persen dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 28 Desember 2026.

Kehadiran jalur penyelamat ini direspon positif oleh warga lokal maupun kalangan pengemudi truk logistik yang kerap melintasi kawasan tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Pak Gubernur Ahmad Luthfi. Yang penting ada jalur penyelamat untuk menyelamatkan orang banyak,” kata warga Desa Kalijambe, Iskandar.

Hal senada diungkapkan Slamet Winarno, salah seorang sopir truk armada material. Ia mengapresiasi tanjakan jalan baru yang kini terasa jauh lebih landai dan aman dilalui.

“Kalau sekarang lebih enak karena tanjakannya sudah tidak seperti dulu. Saya berterima kasih kepada pemerintah, karena jalannya sudah diperbaiki,” pungkas Slamet.

Guna menjaga kelancaran konstruksi hingga pelapisan beton dan pemasangan struktur besi pengeram selesai, Dinas PUPR Jateng terus berkoordinasi dengan jajaran kepolisian dalam mengatur arus lalu lintas di lokasi secara berkala.