NARASIKOE.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa percepatan penurunan dan pencegahan kasus tengkes (stunting) membutuhkan kerja-kerja kolaboratif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).
Upaya ini dinilai vital demi menyiapkan modal dasar generasi unggul Indonesia.
Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi delegasi Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Senin 21 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Luthfi menyatakan kesiapan penuh Jawa Tengah menjadi tuan rumah kegiatan Konsolidasi Teknis Percepatan Penurunan Stunting dan Advokasi Pencegahan Stunting Regional Jawa-Bali-Nusa Tenggara (Jabanusa) yang dihelat pada 22–23 September 2026 di Kota Semarang.
“Jawa Tengah akan berada di paling depan memerangi stunting. Seluruh kepala daerah di Jateng dituntut untuk menurunkan stunting. Anak-anak harus dipersiapkan sejak dini mulai dari masa pranikah, pencegahan pernikahan dini, masa kehamilan, hingga 1.000 hari pertama kehidupan (HPK),” tegas Luthfi.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, membeberkan bahwa prevalensi stunting di Jawa Tengah berdasarkan data Triwulan II-2026 telah menyentuh angka single digit, yakni 9,93%.
Meski secara umum trennya konsisten menurun sejak 2024, tantangan utama saat ini terletak pada tingkat disparitas atau kesenjangan antarwilayah yang masih cukup tinggi.
Beberapa daerah tercatat masih memiliki angka prevalensi cukup tinggi, seperti Wonosobo (18,05%), Purworejo (16,62%), Banjarnegara (16,24%), Kabupaten Magelang (15,82%), dan Kabupaten Tegal (15,59%). Di sisi lain, wilayah seperti Kabupaten Demak sukses menekan angka stunting hingga tersisa 2%.
“Dari ibu hamil kita bisa prediksi risiko stunting-nya, 85% stunting itu bisa diketahui sejak masa kehamilan. Intervensinya terus berlanjut hingga 1.000 hari pertama kehidupan melalui pendampingan lintas sektor,” papar Zulfachmi.
Sementara itu, Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto, menjelaskan bahwa rakor teknis regional di Semarang merupakan langkah konkret dalam menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan kualitas SDM menuju Generasi Emas Indonesia.
Eddy mengapresiasi komitmen tinggi Pemprov Jateng dan mengajak seluruh komponen masyarakat, termasuk insan pers, untuk terus mengawal advokasi pencegahan stunting demi mengejar target stunting nasional sebesar 15% pada tahun 2029.


















