NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat iklim investasi dengan memosisikan wilayahnya sebagai “rumah bersama” yang inklusif dan kondusif bagi para pelaku usaha dari berbagai latar belakang etnis maupun negara.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan bahwa keterbukaan sosial budaya dan iklim kolaboratif menjadi pendorong utama pesatnya realisasi investasi daerah.
Sepanjang semester I-2026, total investasi yang masuk ke Jawa Tengah berhasil menembus angka Rp59,94 triliun.
“Jawa Tengah adalah rumah kita. Sebagai rumah bersama, festival ini mengajarkan tentang harapan bahwa Jawa Tengah bertumbuh kembang menjadi sentralnya Jawa, sentralnya Indonesia,” ujar Ahmad Luthfi, saat menghadiri Gala Dinner Festival Pertengahan Musim Gugur yang digelar Masyarakat Chinese Jawa Tengah di Hotel PO, Kota Semarang, Sabtu, 19 September 2026.
Ahmad Luthfi merinci, dari capaian Rp59,94 triliun tersebut, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang Rp25,92 triliun, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp22,62 triliun, serta porsi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebesar Rp11,40 triliun.
Salah satu kontributor PMA terbesar berasal dari pengusaha Tiongkok yang mencatatkan nilai investasi sebesar Rp4,55 triliun.
Lompatan modal tersebut berdampak langsung pada sektor ketenagakerjaan daerah. Sebanyak 213.217 tenaga kerja lokal berhasil terserap melalui 55.989 proyek investasi yang tersebar di wilayah Jawa Tengah selama enam bulan pertama tahun 2026.
“Ini menunjukkan bahwa Jawa Tengah memiliki daya tarik bagi investor, dan peluang kerja sama ekonominya juga semakin besar. Di rumah bersama bernama Jawa Tengah ini, para pengusaha berkolaborasi sehingga mendukung tumbuh kembang investasi,” tutur Ahmad Luthfi.
Ia berharap, momentum kebersamaan dan persaudaraan sosial yang terbangun, seperti dalam perayaan perayaan budaya dapat memperkuat jaringan bisnis dan kemitraan ekonomi menuju visi kemajuan Jawa Tengah berkelanjutan serta mendukung Indonesia Emas 2045.


















