Ekonomi

Gubernur Ahmad Luthfi Minta 130 Perusahaan Air Minum di Jawa Tengah Patuhi Pembatasan Air Tanah

×

Gubernur Ahmad Luthfi Minta 130 Perusahaan Air Minum di Jawa Tengah Patuhi Pembatasan Air Tanah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus Amdatara Jateng-DIY di Kantor Gubernur Jawa Tengah, 1 Juli 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat menerima audiensi pengurus Amdatara Jateng-DIY di Kantor Gubernur Jawa Tengah, 1 Juli 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperkuat komitmen untuk membangun sektor manufaktur yang ramah lingkungan.

Bersama Asosiasi Pengusaha Air Minum Dalam Kemasan Nusantara (Amdatara) Jateng-DIY, Pemprov Jateng mendorong transformasi industri air minum dalam kemasan (AMDK) menuju ekosistem industri hijau melalui penguatan konservasi air dan penanganan sampah plastik.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi pengurus Amdatara Jateng-DIY bersama Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan, meski industri AMDK berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, pemanfaatan sumber daya alam tidak boleh dilakukan secara eksploitatif.

Ia meminta seluruh pelaku usaha berkomitmen membatasi penggunaan air tanah sesuai regulasi baku.

“Prinsip pembatasan air tanah harus betul-betul kita patuhi. Saya senang sekali kalau teman-teman bisa mengadakan program terkait itu,” ujar Ahmad Luthfi.

Luthfi juga mengajak para produsen AMDK untuk mulai menerapkan prinsip ekonomi sirkular secara masif, mulai dari efisiensi energi, menekan emisi karbon, hingga memperkuat kemitraan taktis dengan bank sampah serta Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).

Langkah kolaboratif ini dinilai mendesak mengingat Jawa Tengah saat ini memproduksi sekitar 19.000 ton sampah per hari, di mana lebih dari 14 persen di antaranya merupakan sampah plastik yang sulit terurai.

Pertumbuhan Industri AMDK Capai 5,5 Persen

Ketua Umum DPP Amdatara, Karyanto Wibowo, memaparkan bahwa performa bisnis industri AMDK nasional saat ini masih mencatatkan tren positif dengan pertumbuhan di kisaran 5,5 persen, selaras dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah.

Dari total sekitar 710 perusahaan AMDK yang beroperasi di skala nasional, sebanyak 130 perusahaan berada di wilayah Jawa Tengah.

Amdatara menyatakan siap mengambil peran dalam menjaga tren ekonomi tersebut tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

“Maka kami berupaya melakukan program konservasi untuk menjaga ketersediaan air,” jelas Karyanto.

Sebagai bentuk tanggung jawab lingkungan, sejumlah perusahaan AMDK di bawah naungan Amdatara telah merealisasikan program penanaman 2.000 pohon di kawasan tangkapan air guna menjaga stabilitas debit sumber mata air alami.

Siap Serap Sampah Plastik Hasil Daur Ulang

Selain wilayah konservasi air, Amdatara juga mulai membangun infrastruktur fasilitas pengolahan sampah plastik di tiga wilayah strategis, yaitu Kota Semarang, Kota Salatiga, dan Kabupaten Wonosobo.

Karyanto menambahkan, pihak asosiasi saat ini tengah membuka peluang untuk bertindak sebagai pembuat komitmen pembelian (offtaker) bagi komoditas plastik yang telah didaur ulang oleh masyarakat maupun pengepul.

Skema penyerapan ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomi baru bagi rantai pasok sampah, sekaligus mengamankan ketersediaan bahan baku daur ulang yang dapat diproduksi kembali menjadi kemasan atau produk baru yang bernilai guna tinggi.