Ekonomi

Gubernur Ahmad Luthfi Ungkap Rencana Relokasi Industri Padat Karya dari Vietnam ke Jawa Tengah

×

Gubernur Ahmad Luthfi Ungkap Rencana Relokasi Industri Padat Karya dari Vietnam ke Jawa Tengah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja delegasi BKSAP DPR RI di Kantor Gubernur, 1 Juli 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menerima kunjungan kerja delegasi BKSAP DPR RI di Kantor Gubernur, 1 Juli 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah bersiap menangkap peluang relokasi industri padat karya berskala besar dari Vietnam.

Guna mendukung akselerasi tersebut, Pemprov Jateng meminta dukungan Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI untuk memperluas akses pasar ekspor sekaligus mempercepat penguatan infrastruktur logistik daerah.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat menerima kunjungan kerja jajaran BKSAP DPR RI di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Ahmad Luthfi menjelaskan bahwa kejenuhan kawasan industri di Vietnam membuat sejumlah investor global mulai mengalihkan basis produksinya ke Jawa Tengah.

Momentum ini dinilai memerlukan pengawalan ketat melalui jalur diplomasi ekonomi internasional.

“Padat karya nanti akan dipusatkan di Jawa Tengah untuk bersaing dengan Vietnam. Di Vietnam sudah mulai penuh. Ada investor yang akan menarik beberapa industri padat karya dari Vietnam ke Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi.

Masalah Kapasitas Pelabuhan Tanjung Emas Jadi Sorotan

Meskipun minat investasi asing tinggi, Luthfi mengakui hambatan utama yang dihadapi Jawa Tengah saat ini berada pada sektor pemenuhan logistik kontainer.

Kapasitas pelabuhan yang ada di dalam provinsi dinilai belum mampu menampung tingginya arus lalu lintas distribusi barang hasil industri.

Berdasarkan data sektoral, dari total kebutuhan logistik kontainer nasional yang mencapai 10 juta kontainer per tahun, sebanyak 7 juta kontainer di antaranya berasal dari komoditas Jawa Tengah. Namun, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang sejauh ini baru mampu melayani sekitar 30 persen dari total volume tersebut, sedangkan sisanya masih terlempar melalui pelabuhan di Jakarta dan Jawa Timur.

Sebagai langkah solutif, Pemprov Jateng mendesak pemerintah pusat untuk mempercepat revitalisasi Pelabuhan Tanjung Emas serta membuka opsi pengembangan pelabuhan baru di Kendal, Batang, Rembang, dan Cilacap.

“Kalau itu belum memungkinkan, kami siapkan dry port (pelabuhan daratan) di Kendal dan Batang sebagai solusi sementara,” imbuh Luthfi.

Realisasi Investasi Tembus Rp23 Triliun di Triwulan I

Di tengah tekanan fiskal daerah dan ketidakpastian kondisi geopolitik global, performa investasi Jawa Tengah diklaim tetap stabil.

Pada Triwulan I 2026, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat sudah menyentuh angka Rp23 triliun dengan serapan tenaga kerja mencapai 92 ribu orang. Sementara pada tahun 2025, total investasi berada di angka Rp110 triliun dengan serapan 274 ribu pekerja.

Merespons potensi tersebut, Wakil Ketua BKSAP DPR RI, Muhammad Husein Fadlulloh, menyatakan bahwa Jawa Tengah memiliki peluang ekspor yang menjanjikan, terutama menjelang pemberlakuan efektif perjanjian dagang Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA) pada tahun 2027 mendatang.

Husein menyebutkan, penghapusan tarif masuk produk Indonesia ke Eropa akan menjadi ceruk pasar baru yang sangat menguntungkan.

Pihak BKSAP DPR RI berkomitmen mengoptimalkan grup kerja sama bilateral yang mereka miliki di 102 negara guna mempromosikan seluruh potensi industri dan komoditas unggulan asal Jawa Tengah.