NARASIKOE.COM – Perekonomian Provinsi Jawa Tengah menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah perlambatan ekonomi global dan dinamika geopolitik internasional. Pada momentum Hari Jadi ke-81, Jawa Tengah mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,80 persen secara kumulatif (c-to-c) pada Semester I-2026, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional.
Laju pertumbuhan tersebut berdampak langsung terhadap perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Tengah melandai menjadi 9,21 persen (3,29 juta jiwa) pada Maret 2026. Angka ini susut sebesar 0,27 persen atau berkurang 81.250 jiwa jika dibandingkan dengan periode Maret 2025.
Kepala BPS Jawa Tengah, Ali Said, menyampaikan bahwa Jawa Tengah memegang peranan penting dalam struktur perekonomian Indonesia.
“Kontribusi Jawa Tengah terhadap perekonomian Pulau Jawa mencapai 14,50 persen atau sebesar 8,19 persen terhadap perekonomian nasional. Hal tersebut menempatkan Jawa Tengah sebagai kontributor perekonomian terbesar keempat secara nasional,” kata Ali Said dalam jumpa pers daring pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Realisasi Investasi Tembus Rp48,54 Triliun

Kinerja ekonomi yang positif ini juga sejalan dengan peningkatan nilai penanaman modal. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, memaparkan realisasi investasi pada semester I-2026 mencapai Rp48,54 triliun melalui 55.989 proyek, serta mampu menyerap 213.217 tenaga kerja.
Nilai tersebut merupakan gabungan dari triwulan I (Januari–Maret) sebesar Rp23,02 triliun dan triwulan II (April–Juni) sebesar Rp25,53 triliun, atau mengalami kenaikan 10,88 persen antar-triwulan.
“Alhamdulillah, di tengah kondisi geopolitik yang tidak baik-baik saja, Jawa Tengah tetap bertambah dan bertumbuh 10,88 persen dari triwulan pertama,” ujar Sakina pada Rabu, 29 Juli 2026.
Sakina menambahkan, porsi penanaman modal asing (PMA) menyumbang Rp25,92 triliun (53,40 persen), sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang Rp22,62 triliun (46,60 persen). Pemprov Jateng kini berfokus memperluas kawasan industri untuk memberikan kepastian sarana bagi para investor.
Collaborative Government dan Semangat “Gumregut Nyawiji”

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa pencapaian daerah ini merupakan hasil kerja keras bersama antara pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, akademisi, pengusaha, hingga masyarakat.
“Gubernur bukan superman, melainkan harus menggunakan super team dalam rangka melakukan pembangunan di wilayah kita. Provinsi dengan 35 kabupaten dan kota serta segala aspek yang ada, collaborative government harus kita ciptakan,” kata Ahmad Luthfi.
Senada dengan hal itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, mengaitkan pencapaian ini dengan tema Hari Jadi ke-81 Jateng, yaitu “Gumregut Nyawiji”.
“Semangatnya adalah bareng-bareng membangun Jawa Tengah. Ini selaras dengan arahan Pak Gubernur, bahwa kita harus berkolaborasi dengan semua pihak,” ujar Sumarno.


















