NARASIKOE.COM – Infrastruktur dan kapasitas pelayanan RSUD RA Kartini Jepara mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat menyusul kunjungan kerja tingkat tinggi yang dilakukan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, bersama Wakil Menteri Kesehatan, Benyamin Paulus Octavianus, Selasa, 13 Oktober 2026.
Kedatangan rombongan pejabat tinggi negara yang turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dan Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, tersebut meninjau secara langsung sejumlah fasilitas krusial, mulai dari instalasi kemoterapi, ruang cathlab (kateterisasi jantung), hingga layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).
Besarnya kebutuhan pelayanan bagi populasi Kabupaten Jepara yang mencapai sekitar 1,3 juta jiwa membuat kapasitas rumah sakit saat ini dinilai perlu segera ditingkatkan.
Kabar baik disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid. Ia memastikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan skema dukungan anggaran substansial bagi pengembangan fasilitas kesehatan tersebut pada tahun depan.
“Alhamdulillah tadi disampaikan kepada saya tahun depan insyaallah di sini akan dapat bantuan Rp120 miliar untuk renovasi rumah sakit. Kami berharap nanti Pak Bupati apa yang dibutuhkan dana tersebut supaya dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai dengan kebutuhan,” ujar Abdul Wachid, Selasa, 13 Oktober 2026.
Direktur RSUD RA Kartini Jepara, Hadisarwoko, menyambut antusias rencana kucuran dana tersebut. Ia memaparkan bahwa dengan kekuatan 1.030 tenaga Kesehatan, termasuk di dalamnya sekitar 500 perawat rumah sakit masih menghadapi keterbatasan sarana, terutama kapasitas IGD yang saat ini baru menampung 23 tempat tidur.
Selain itu, pihak manajemen membutuhkan tambahan dukungan sumber daya manusia (SDM) dokter spesialis, alat kesehatan penunjang seperti MRI, serta pengembangan layanan bedah onkologi.
Di sisi lain, RSUD RA Kartini terus menggenjot kualitas layanan unggulannya. Layanan kateterisasi jantung (cathlab) yang masuk dalam program layanan tindakan jantung BPJS Kesehatan telah sukses menangani 142 tindakan, dengan rata-rata 4 hingga 5 pasien per hari.
Kehadiran layanan ini menjadi alternatif vital agar warga Jepara tidak perlu lagi merujuk pengobatan ke luar kota.


















