NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Pusat terus memacu percepatan operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Dari total 8.523 unit koperasi yang telah terbentuk di wilayah Jawa Tengah, tercatat sebanyak 3.096 unit di antaranya masih berada dalam tahap persiapan kelembagaan dan tata kelola usaha.
Berdasarkan data Pemprov Jateng per 12 Oktober 2026, sebanyak 5.427 KDKMP atau sekitar 64 persen telah aktif beroperasi melayani warga. Sementara itu, dari sisi infrastruktur, sebanyak 5.895 unit gedung koperasi telah rampung dibangun 100 persen.
Progres dan tantangan tersebut menjadi fokus peninjauan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan bersama Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat melakoni kunjungan kerja di Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Selasa 13 Oktober 2026.
Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa kehadiran gedung fisik KDKMP wajib diimbangi dengan aktivitas transaksi ekonomi yang nyata agar berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat desa.
“Presiden Pak Prabowo ingin desa atau kelurahan itu maju. Yang maju jangan kota saja. Desa juga harus maju, kelurahan juga maju. Tentu gedung ini tidak ada manfaatnya kalau tidak diisi. Tujuannya agar koperasi ini bisa melayani kebutuhan masyarakat desa dengan tepat,” ujar Zulkifli saat meninjau KDKMP Desa Purbayan, Sukoharjo.
KDKMP diproyeksikan menjadi pilar ekonomi berbasis akar rumput yang melayani pengadaan bahan pangan, penyaluran pupuk serta LPG bersubsidi, penyediaan jasa keuangan, hingga menjadi penampung produk UMKM dan hasil tani lokal.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya fleksibilitas unit bisnis koperasi yang disesuaikan dengan potensi unggulan di tiap daerah.
“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya,” tutur Luthfi.
Guna mempercepat operasionalisasi KDKMP, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah, Linda Widiastuti Ariningrum, menyampaikan bahwa pihak Pemprov tengah menggencarkan verifikasi dan validasi (verval) di lapangan.
Pemprov Jateng juga menyiapkan program pelatihan dan sertifikasi kompetensi bagi 5.040 bendahara KDKMP yang bergulir hingga akhir November 2026, serta menyalurkan bantuan pendampingan satu tenaga manajer berfasilitas subsidi selama dua tahun.


















