NARASIKOE.COM – Atlet-atlet disabilitas intelektual asal Jawa Tengah siap berlaga membela nama daerah di ajang olahraga tingkat nasional.
Membawa misi besar mempertahankan takhta juara umum, kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) Jawa Tengah resmi dilepas menuju Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Acara pelepasan kontingen dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, di Semarang, Senin, 12 Oktober 2026.
Kontingen Jawa Tengah memberangkatkan total 31 personel, yang terdiri atas 10 atlet bertalenta, enam pelatih, dan 15 anggota ofisial.
Mereka akan berjuang mengharumkan nama daerah pada lima cabang olahraga (cabor), yaitu atletik, tenis meja, bulu tangkis, bocce, dan renang yang dijadwalkan bergulir pada 14–18 Oktober 2026.
Ketua SOIna Jawa Tengah, Kristijani Kirana, menyampaikan optimisme tinggi bahwa para atlet sanggup mengulang kejayaan PeSONas I edisi 2022 lalu saat Jateng keluar sebagai juara umum dengan koleksi 88 medali (36 emas, 30 perak, dan 22 perunggu).
“Kami ingin semua yang berangkat dapat emas,” kata Kristijani Kirana.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh warga negara memiliki hak yang setara untuk tumbuh, berkarya, dan mengukir prestasi tanpa terhalang keterbatasan fisik maupun intelektual.
“Kita semua dilahirkan sama, dan kita punya hak untuk hidup dan berkarya yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Anda adalah duta Provinsi Jawa Tengah. Jaga nama Provinsi Jawa Tengah,” pesan Ahmad Luthfi.
Gubernur menambahkan, dukungan bagi kelompok disabilitas di Jateng tidak terbatas pada arena kompetisi olahraga.
Pemprov Jateng terus memperluas akses pelatihan kerja terpadu melalui Balai Latihan Kerja (BLK) dan program Kecamatan Berdaya agar para atlet dan pemuda disabilitas dapat hidup mandiri secara ekonomi.
Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Jateng, Aria Chandra, mengonfirmasi bahwa pemerintah provinsi memfasilitasi penuh seluruh kebutuhan pemusatan latihan (training center) di Semarang pada 9–13 Oktober 2026 hingga penyediaan fasilitas operasional selama bertanding di NTT.


















