NARASIKOE.COM – Ratusan santri Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dari berbagai pelosok Jawa Tengah berkumpul di Kabupaten Tegal untuk memamerkan bakat di bidang olahraga, seni, dan keagamaan.
Perhelatan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Provinsi Jawa Tengah resmi dibuka secara meriah di Pendopo Amangkurat, Kabupaten Tegal, Jumat, 9 Oktober 2026 malam.
Pembukaan diawali dengan pawai defile kontingen yang mewakili perwakilan jajaran Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
Sebanyak 824 peserta, terdiri atas 429 santri putri dan 395 santri putra yang terbagi dalam 27 tim bersiap menunjukkan sportivitas dan kemampuan terbaik mereka di bawah tajuk ajang bertema “Jayakan Negeri dengan Budi Pekerti”.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Tengah, Aria Chandra Destianto, hadir mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Porsadin VIII Ahmad Sururi menegaskan bahwa madrasah diniyah memiliki fungsi vital sebagai benteng pertahanan moral anak bangsa di tengah era digitalisasi.
“Madrasah diniyah sesungguhnya menjadi garda terdepan untuk membangun dan memperkuat pendidikan karakter atau budi pekerti,” ungkap Ahmad Sururi.
Sinergi pembangunan fisik dan spiritual juga digarisbawahi oleh Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman.
Ia menyebut Porsadin bukan semata-mata panggung perburuan gelar juara, melainkan sarana mencetak generasi berakhlak mulia (akhlakul karimah).
“Porsadin bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, kegiatan ini adalah ikhtiar bersama membangun generasi muda yang sehat jasmani, kuat mental, berprestasi, dan memiliki fondasi keagamaan yang kokoh,” tegas Ischak Maulana Rohman.
Sementara itu, Ketua Umum DPP FKDT, Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas keberpihakan Pemkab Tegal terhadap kesejahteraan tenaga pendidik keagamaan melalui alokasi insentif sebesar Rp2.000.000 per tahun untuk guru MDT.
Lukman berharap para jawara Porsadin VIII tingkat Jateng ini nantinya mendapatkan pembinaan berkelanjutan dari Pemprov Jateng dan Kementerian Agama agar mampu bersaing hingga tingkat nasional maupun internasional.


















