NARASIKOE.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, memberikan tali asih (bisyaroh) kepada 41 anak yang telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz pada Haflah Khotmil Qur’an XVI di Pondok Pesantren Al-Qur’an Tahfidzul Qur’an (PPATQ) Raudlatul Falah, Desa Bermi, Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, Sabtu 5 September 2026.
Para wisudawan penghafal Al-Qur’an tersebut terdiri atas 11 santri putra dan 30 santri putri yang berhasil menuntaskan hafalan di usia sangat belia. Peserta termuda tercatat berusia sembilan tahun, dengan usia rata-rata lulusan berada di kisaran 11 tahun.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian para santri cilik tersebut.
Menurutnya, keberhasilan menghafal Al-Qur’an di usia dini merupakan bekal yang sangat berharga untuk menempuh jenjang pendidikan selanjutnya.
Gus Yasin mengingatkan bahwa khatam Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses menuntut ilmu, melainkan langkah awal untuk mendalami berbagai cabang keilmuan lainnya. Ia mencontohkan perjalanan intelektual Ulama Besar Imam Syafi’i yang telah hafal Al-Qur’an di usia tujuh tahun sebelum mendalami tata bahasa dan ilmu fikih.
“Khatam Al-Qur’an bukan capaian akhir. Ini adalah permulaan. Masih banyak yang perlu dipelajari,” tegas Gus Yasin di hadapan para santri dan wali santri.
Lebih lanjut, Wagub berharap lingkungan pesantren tidak hanya menjadi tempat mentransfer ilmu agama, tetapi juga fokus membentuk karakter serta akhlak mulia para santri. Oleh karena itu, peran ustadz dan pendidik sangat krusial dalam mendampingi tumbuh kembang kepribadian anak.
Pemberian bisyaroh ini merupakan wujud komitmen dan perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengapresiasi anak-anak berprestasi di bidang keagamaan, sekaligus memotivasi generasi muda di Jawa Tengah agar terus mencintai dan mengamalkan Al-Qur’an.


















