NARASIKOE.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, resmi menerima penghargaan Budaya Akademik Islami (Budai) Award 2026 dari Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang pada Senin, 24 Agustus 2026.
Tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini dianugerahi penghargaan untuk kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif atas keteladanannya menerapkan nilai Birrul Walidain (bakti kepada orang tua) dan Takrimul Aulad (memuliakan anak).
Alih-alih menyikapi apresiasi tersebut sebagai bentuk capaian personal, Taj Yasin justru menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi dan dukungan banyak pihak.
“Di belakang saya banyak orang yang mendampingi saya, salah satunya adalah istri saya,” kata Taj Yasin usai menerima penghargaan.
Gus Yasin mengapresiasi konsistensi Unissula dalam memberikan keteladanan bagi kehidupan akademis dan kebangsaan. Menurutnya, penghargaan ini menjadi amanah untuk melanjutkan fondasi perjuangan para ulama terdahulu.
“Kami mengikuti jejak-jejak para pendahulu, melanjutkan apa yang sudah dipondasikan oleh para tokoh terdahulu untuk membangun Jawa Tengah, terkhusus di dalam bidang keagamaan,” tutunya.
Dia menambahkan bahwa prinsip rahmatan lil alamin harus menjadi pijakan utama untuk merangkul semua elemen masyarakat tanpa membeda-bedakan. Ia juga mengajak seluruh perguruan tinggi untuk terus berkolaborasi bersama pemerintah daerah.
“Kami juga akan merangkul semuanya untuk menjadi bagian pembangunan dan penanganan permasalahan yang ada di Jawa Tengah,” tambahnya.
Rektor Unissula, Prof. Gunarto menyatakan bahwa penganugerahan Budai Award bukan diberikan atas dasar popularitas, melainkan rekam jejak nyata yang dapat menginspirasi generasi muda.
Prof. Gunarto menilai Taj Yasin berhasil meneruskan amanah dan nilai-nilai perjuangan mendiang ayahnya, ulama karismatik KH Maimoen Zubair, dalam mengayomi masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.
“Karakter unggul tidak sekadar diajarkan di ruang-ruang kuliah dan laboratorium, tetapi dilahirkan melalui kehidupan nyata di kebangsaan dan masyarakat,” tegas Prof. Gunarto.
Prof. Gunarto menjelaskan bahwa keteladanan Takrimul Aulad ditunjukkan Taj Yasin melalui perhatian besarnya terhadap masa depan pendidikan santri, seperti pengusulan beasiswa perguruan tinggi di dalam maupun luar negeri.
Rekam jejak kepemimpinan Taj Yasin juga dinilai memberi dampak langsung bagi masyarakat luas, mulai dari percepatan sertifikasi halal UMKM, insentif bagi guru keagamaan, pengembangan ekonomi pesantren, hingga optimalisasi zakat ASN untuk hunian layak warga miskin.
“Atas dasar rekam jejak dan keteladanan tersebut, Unissula dengan penuh rasa hormat menganugerahkan Budai Award 2026 kategori Tokoh Pemimpin Muda Inspiratif kepada Taj Yasin Maimoen,” pungkas Prof. Gunarto.
Penerimaan penghargaan ini menempatkan Taj Yasin dalam jajaran tokoh nasional penerima Budai Award terdahulu, seperti Buya Hamka, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Muhammad Nuh, hingga KH Maimoen Zubair.


















