Berita

Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang Teken PKS Penanggulangan Keadaan Darurat

×

Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang Teken PKS Penanggulangan Keadaan Darurat

Sebarkan artikel ini
Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang teken PKS penanggulangan keadaan darurat (foto: Angkasa Pura)
Bandara Ahmad Yani dan Basarnas Semarang teken PKS penanggulangan keadaan darurat (foto: Angkasa Pura)

NARASIKOE.COM – Sektor keselamatan penerbangan di Jawa Tengah mendapatkan penguatan signifikan. Manajemen Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang resmi menjalin sinergi formal dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Semarang (Basarnas Semarang) lewat penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait pelayanan penanggulangan keadaan darurat.

Prosesi penandatanganan dokumen strategis tersebut berlangsung di Gedung Administrasi Bandar Udara Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Senin, 8 Juni 2026.

Kerja sama ini digawangi langsung oleh General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani, Sulistyo Yulianto, bersama Kepala Basarnas Semarang, Budiono.

Pihak manajemen bandara menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah preventif mutakhir guna mengompakkan koordinasi dan komunikasi antarinstansi.

Tujuannya, agar ketika terjadi situasi krisis di area bandara, proses evakuasi serta penyelamatan dapat dieksekusi secara cepat, tepat, dan meminimalkan risiko.

“Perjanjian kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan sinergi dan koordinasi antara kedua instansi dalam penanggulangan keadaan darurat,” jelas General Manager Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto.

Poin Utama Sinergi Bandara Ahmad Yani dan Basarnas

Perjanjian ini tidak hanya di atas kertas, melainkan mencakup implementasi taktis di lapangan. Ada beberapa poin krusial yang disepakati kedua belah pihak untuk meningkatkan sistem keamanan dan keselamatan (safety) bandara:

  • Penguatan Koordinasi Operasional: Menyusun cetak biru (blueprint) penanganan bersama saat terjadi kecelakaan atau insiden darurat penerbangan.
  • Pembaruan Sistem Informasi: Membuka jalur pertukaran informasi secara real-time untuk mendeteksi potensi bahaya lebih dini.
  • Simulasi dan Latihan Bersama: Menggelar latihan kesiapsiagaan secara berkala guna menguji mental dan kesigapan personel di lapangan.
  • Peningkatan Kapasitas SDM: Melakukan transfer pengetahuan dan keahlian teknik penyelamatan antara petugas bandara dan rescuer Basarnas.
  • Mobilisasi Sarana Prasarana: Saling mendukung dalam penyediaan peralatan mutakhir yang dibutuhkan dalam operasi pencarian dan pertolongan.

Sulistyo menambahkan, aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna jasa bandara adalah harga mati yang menjadi prioritas utama pengelolaan maskapai dan bandara.

“Tentunya kita berharap ke depannya tidak terjadi kondisi yang tidak kita harapkan. Namun kita harus tetap meningkatkan sinergi dan kesigapan,” imbuhnya.

Komitmen Basarnas Jaga Keselamatan Ruang Udara

Pada kesempatan yang sama, Kepala Basarnas Semarang, Budiono, menyambut positif peresmian kerja sama ini. Sebagai instansi yang memegang mandat utama dalam penyelenggaraan operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue), keterlibatan Basarnas di objek vital seperti bandara internasional adalah hal yang wajib diperkuat.

Menurut Budiono, bandara merupakan gerbang utama mobilitas masyarakat yang memiliki risiko tinggi, sehingga membutuhkan penanganan yang sangat spesifik. Kolaborasi erat dengan pengelola bandar udara ini dipastikan akan memperkokoh fondasi keselamatan penerbangan komersial, sekaligus memberikan rasa aman yang lebih tinggi bagi masyarakat luas serta wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang.