Ekonomi

Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng Investor Malaysia Jajaki Energi Terbarukan dan Dry Port Jateng

×

Gubernur Ahmad Luthfi Gandeng Investor Malaysia Jajaki Energi Terbarukan dan Dry Port Jateng

Sebarkan artikel ini
Pertemuan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama CEO The Marq International Steven Wei di Kantor Gubernur Senin 8 Juni 2026 (foto: pemprov Jateng)
Pertemuan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi bersama CEO The Marq International Steven Wei di Kantor Gubernur Senin 8 Juni 2026 (foto: pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Daya tarik Jawa Tengah di mata para pemodal internasional kian tidak terbendung. Setelah sukses menggaet deretan investor kakap dari Tiongkok, Singapura, Jepang, Korea Selatan, hingga Prancis, kini giliran korporasi asal Malaysia yang kepincut untuk menanamkan modalnya di Bumi Perkemahan ini.

Langkah penjajakan ini diawali dengan kedatangan delegasi papan atas dari The Marq International SDN BHD, perusahaan investasi yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia.

Mereka secara khusus menemui Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, guna membedah peluang kerja sama di berbagai sektor basah, mulai dari infrastruktur logistik, agribisnis, hingga energi baru terbarukan (EBT).

Pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 8 Juni 2026 tersebut, menandai dimulainya rangkaian kajian mendalam dan peninjauan lapangan (site visit) yang akan dilakukan para delegasi selama beberapa hari ke depan.

“Terima kasih kepada delegasi investor yang ingin mengembangkan investasi di Jawa Tengah. Mereka melirik kawasan industri yang sudah ditetapkan, proyek pertanian, energi terbarukan, geothermal, dan sektor lainnya,” ujar Ahmad Luthfi dengan antusias.

Menurut Luthfi, magnet utama Jawa Tengah yang membuat para investor asing antre adalah jaminan kemudahan perizinan (birokrasi antiribet), stabilitas keamanan daerah yang sangat kondusif, ketersediaan lahan di kawasan industri strategis, serta pasokan tenaga kerja terampil yang melimpah.

BUMD Jateng Kompak Unjuk Gigi Tawarkan Proyek Unggulan

Demi meyakinkan para pemodal dari Negeri Jiran, Gubernur Luthfi turut memboyong jajaran direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jawa Tengah untuk memaparkan proposal proyek unggulan mereka secara langsung:

  • Sektor Energi (PT JPEN): Menawarkan proyek hilirisasi energi melalui pengembangan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG komersial.
  • Sektor Pertanian & Pariwisata (PT JTAB): Membuka peluang investasi pada klaster agribisnis modern dan pengembangan destinasi agrowisata terpadu.
  • Sektor Properti & Hiburan (PT PRPP): Menyodorkan rencana revitalisasi dan pengembangan kawasan PRPP Semarang menjadi pusat Event & Exhibition bertaraf internasional yang lebih modern.

Selain lini bisnis BUMD, Pemprov Jateng juga menyodorkan proyek strategis di sektor infrastruktur logistik untuk menopang Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal.

Proyek tersebut meliputi optimalisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang serta pembangunan fasilitas dry port (pelabuhan daratan) di Batang dan Kendal.

Tak ketinggalan, ceruk pasar pariwisata juga ditawarkan lewat optimalisasi seribu desa wisata yang kini tengah diarahkan untuk mengadopsi konsep wisata ramah muslim (halal tourism).

Momentum Emas Masuk ke Jawa Tengah

CEO The Marq International SDN BHD, Steven Wei, melemparkan pujian atas sambutan hangat dan keterbukaan yang ditunjukkan oleh jajaran Pemprov Jateng. Komitmen tinggi dari kepala daerah dinilai menjadi garansi keamanan bagi para investor asing.

“Saya gembira karena Pak Gubernur sangat mendukung kerja sama ini. Tidak hanya dengan Malaysia, tetapi juga China, Korea, dan negara-negara lain yang terhubung dengan jaringan kami. Ini waktu yang sangat tepat untuk investasi datang ke Jawa Tengah,” tegas Steven.

Sebagai langkah konkret pasca-pertemuan di Kantor Gubernur, delegasi dari Kuala Lumpur bersama tim teknis dari Jakarta Konsultan Grup langsung bergerak melakukan pemetaan wilayah.

Direktur Jakarta Konsultan Grup, Mela Kartika, mengonfirmasi bahwa timnya akan memandu para investor untuk melihat dari dekat kesiapan infrastruktur, potensi lahan geothermal, serta ekosistem pertanian di Jawa Tengah demi mematangkan dokumen investasi.