Berita

Prevalensi Tembus 2 Persen, Demak dan Kabupaten Semarang Jadi Role Model Penanganan Stunting Jateng

×

Prevalensi Tembus 2 Persen, Demak dan Kabupaten Semarang Jadi Role Model Penanganan Stunting Jateng

Sebarkan artikel ini
Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Hotel Novotel, Kota Semarang, Selasa, 22 September 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Hotel Novotel, Kota Semarang, Selasa, 22 September 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi menjadikan Kabupaten Demak dan Kabupaten Semarang sebagai percontohan (role model) dalam percepatan penanganan kasus tengkes (stunting).

Kedua daerah tersebut dinilai sukses menekan angka prevalensi stunting hingga menyentuh angka sekitar 2 persen.

Keputusan tersebut ditegaskan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat membuka Rapat Koordinasi Teknis dan Advokasi Pencegahan serta Percepatan Penurunan Stunting Regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara di Hotel Novotel, Kota Semarang, Selasa, 22 September 2026.

Berdasarkan data triwulan II-2026, rerata prevalensi stunting Jawa Tengah telah mencapai angka 9,93 persen. Kendati demikian, Luthfi menyoroti masih adanya kesenjangan (disparitas) antarwilayah yang cukup tinggi, seperti di Kabupaten Wonosobo (18,05 persen), Purworejo (16,62 persen), dan Banjarnegara (16,24 persen).

“Seluruh daerah saya minta agar belajar dengan Demak dan Semarang. Dinas-dinas di provinsi maupun kabupaten/kota diinstruksikan untuk mengamati, meniru, dan memodifikasi terhadap praktik baik yang dilakukan oleh dua daerah tersebut. Penanganan harus dilakukan bersamasama berbasis data valid,” kata Ahmad Luthfi, Selasa, 22 September 2026.

Langkah responsif Jawa Tengah dalam menekan angka stunting mendapat apresiasi dari Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres).

Deputi Bidang Peningkatan Kesejahteraan dan Pembangunan SDM Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto, menilai keberhasilan Demak dan Kabupaten Semarang layak direplikasi ke tingkat nasional untuk mengejar target prevalensi stunting nasional 14–15 persen pada 2029.

“Tadi ada good lessons dari dua kabupaten yang akan kami replikasi untuk ditiru di daerah lain, tidak hanya regional Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tetapi seluruh Indonesia. Semoga apa yang sudah dilakukan Jawa Tengah ini bisa menjadi pemicu (trigger) daerah lain,” tutur Deputi Setwapres, Eddy Cahyono Sugiarto.

Guna mengoptimalkan intervensi di lapangan, Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Budi Setiyono, menambahkan bahwa penanganan stunting di daerah kelak disinergikan langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar kelompok rentan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.