NARASIKOE.COM – Universitas Semarang (USM) menunjukkan kepedulian sosial terhadap masyarakat terdampak kemarau panjang dengan menyalurkan bantuan penampung air (toren) serta pasokan air bersih bagi warga Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen.
Langkah ini diambil untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat Tangen yang telah mengalami masa kekeringan selama hampir tiga bulan tanpa turun hujan.
Sebelum adanya bantuan ini, warga hanya mengandalkan kolam terpal sederhana sebagai sarana penampungan sementara.
Camat Tangen, Supriyadi menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian perguruan tinggi beserta para alumni yang terjun langsung membantu masyarakat desa.
“Terima kasih kepada Universitas Semarang (USM) juga Pak Yupan Alumni SMA Negeri 2 Sragen, atas bantuan air dan toren yang diberikan. Bagi kami dan warga, bantuan ini sangat-sangat bermanfaat,” ungkap Camat Tangen.
Pada tahap awal aksi kemanusiaan ini, disalurkan dua unit toren beserta pengadaan 17 tangki air bersih.
Total pasokan air yang didistribusikan mencapai sekitar 136.000 liter untuk dimanfaatkan oleh warga setempat.
Ketua Kasmanda Sragen yang juga akademisi Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Sriyana, M.S., IPU., APEC Eng., menegaskan pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam mengatasi masalah krisis air di daerah.
“Tanpa air tidak ada kehidupan. Oleh karena itu, kita ingin peduli terhadap saudara kita yang ada di sini untuk membantu mereka yang mengalami kelangkaan air,” tutur Prof. Sriyana.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USM, Prof. Dr. Ir. Mudji Astuti Handajani, M.T., menjelaskan bahwa aksi tanggap bencana kekeringan ini merupakan wujud perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi.
Melalui sinergi bersama alumni dan pemerintah kecamatan setempat, USM berharap bantuan penampungan air ini dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan mendorong solusi jangka panjang bagi krisis air bersih di kawasan Sragen.


















