NARASIKOE.COM – Pesan kedamaian, persatuan, dan kebersamaan bangsa dipancarkan secara tegas dari Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang.
Perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah tak sekadar menjadi arena kompetisi religi bagi 2.242 peserta dari 37 provinsi, melainkan simbol simfoni persaudaraan seluruh anak bangsa.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, secara resmi membuka perhelatan akbar tersebut pada Sabtu, 12 September 2026.
Dalam sambutannya, Luthfi menyampaikan rasa terima kasih kepada Kementerian Agama serta LPTQ Pusat atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Tengah sebagai tuan rumah.
Luthfi menegaskan bahwa MTQ Nasional tidak boleh dipandang secara eksklusif, melainkan sebagai ruang perjumpaan inklusif yang menyatukan beragam latar belakang masyarakat dan pimpinan daerah.
“Hari ini MTQ ada di Kota Semarang, di Jawa Tengah akan dipancarkan kedamaian ke seluruh Indonesia dan dunia. Di tengah-tengah kita ada pimpinan daerah yang mempunyai latar belakang berbeda. Ini menunjukkan MTQ tidak hanya milik umat Islam, tetapi menjadi ruang kebersamaan bagi seluruh masyarakat di Indonesia,” ujar Ahmad Luthfi.
Kehadiran 14 gubernur dan 7 wakil gubernur dari berbagai pelosok penjuru tanah air—seperti Jawa Timur, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, hingga Papua Barat Daya—menjadi bukti kuat eratnya rajutan persaudaraan antar-wilayah tersebut.
Meski mempertandingkan delapan cabang dan 48 kategori musabaqah, Gubernur Luthfi mengingatkan bahwa piala juara bukanlah tujuan utama.
Seluruh kafilah yang hadir dinilai telah menjadi pemenang karena berkomitmen membumikan nilai-nilai suci Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, perhelatan yang berlangsung hingga 20 September 2026 ini membawa dampak ekonomi nyata. Pergerakan ribuan tamu, kontingen, dan wisatawan diproyeksikan memicu perputaran uang hingga Rp1,2 triliun.
Dampak ini kian terasa lantaran setiap provinsi membawa serta produk unggulan UMKM masing-masing untuk dipamerkan di arena pameran.
“Implikasinya tidak hanya kepada UMKM di Jawa Tengah, tapi seluruh provinsi karena para gubernur membawa UMKM-nya ke tempat kita. Ini potensi ekonomi yang kita kembangkan bersama,” tambah Luthfi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, memuji kemeriahan acara dan menekankan pentingnya MTQ sebagai sarana pembentukan karakter sumber daya manusia yang berakhlak mulia.
Senada, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengapresiasi kecintaan dan antusiasme warga Jawa Tengah terhadap syiar keagamaan.
Nasaruddin juga menyoroti terobosan baru pada MTQ XXXI kali ini, seperti penambahan cabang lomba kaligrafi digital serta pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pendukung kegiatan.
Kesan positif turut disampaikan oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, yang memuji keramahan warga Semarang serta kuliner lokal yang khas.
“Semoga MTQ Nasional XXXI ini membawa cahaya dan harmoni menuju Indonesia Emas yang berkeadilan,” harap Sherly.


















