NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengundang masyarakat Kota Semarang dan sekitarnya untuk menyaksikan secara langsung upacara Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di kawasan Simpang Lima, Semarang, Sabtu, 12 September 2026 malam.
Pemprov Jateng sengaja membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat agar perhelatan syiar keagamaan tingkat nasional ini dapat dirasakan sebagai pesta rakyat yang inklusif.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa penataan area telah disesuaikan agar alur penonton umum tidak mengganggu prosesi resmi kontingen kafilah maupun tamu undangan.
“Nanti tanpa mengurangi prosesi kafilah maupun lainnya, masyarakat boleh masuk supaya tidak terkesan eksklusif. Karena itu kan malam Minggu, makin padat makin bagus,” ujar Ahmad Luthfi saat mengecek kesiapan lokasi di kawasan Simpang Lima, Jumat, 11 September 2026.
Peninjauan lokasi tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno untuk memastikan kesiapan panggung utama, tenda peserta, hingga kenyamanan tribun penonton.
Fasilitas Videotron
Bagi warga yang tidak dapat menembus area utama panggung, panitia telah menyiagakan sejumlah layar videotron di sekeliling kawasan Simpang Lima agar prosesi pembukaan tetap dapat disaksikan secara jernih dari berbagai sudut.
Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua LPTQ Jateng, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa persiapan sarana fisik dan teknis perhelatan telah menyentuh angka 100 persen.
“Hari ini sudah hampir 100 persen karena semuanya sudah siap, tinggal gladi bersih. Ada sedikit perubahan agar masyarakat umum bisa hadir dan menikmati langsung di Simpang Lima pada malam Minggu,” papar Taj Yasin.
Taj Yasin berharap tingginya antusiasme masyarakat yang hadir dapat menyemarakkan suasana sekaligus menjadi momentum berharga bagi warga untuk menyambut berkumpulnya para ahli Al-Qur’an dari seluruh Indonesia.
Pendampingan Maksimal untuk Kafilah
Di sisi lain, Pemprov Jateng memastikan kenyamanan dan kebutuhan seluruh kontingen daerah terpenuhi secara optimal sejak kedatangan, saat berkompetisi, hingga kepulangan.
Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menjelaskan bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng ditugaskan secara khusus untuk mengawal dan mendampingi masing-masing kafilah.
“Pendampingan dilakukan untuk memastikan kebutuhan, pelayanan, dan kenyamanan kafilah terpenuhi sejak kedatangan hingga kepulangan,” pungkas Sumarno.


















