NARASIKOE.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh program dan capaian pembangunan di wilayahnya harus berorientasi penuh pada kesejahteraan masyarakat.
Oleh karena itu, jajaran pemerintah daerah diminta untuk responsif mendengarkan dan menyelesaikan berbagai persoalan rakyat.
Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Luthfi usai menghadiri Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Tengah dengan agenda mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Gedung Berlian, Kota Semarang, pada Jumat, 14 Agustus 2026.
“Kita telah mendengarkan pidato Pak Presiden. Intinya, kita harus bekerja keras untuk rakyat. Artinya, kita harus selalu mendengarkan apa yang dirasakan oleh masyarakat kita,” kata Luthfi yang saat itu didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo memaparkan berbagai arah kebijakan nasional, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan infrastruktur, perlindungan sosial, hingga pencapaian swasembada pada delapan komoditas pangan strategis. Menurut Luthfi, arahan tersebut wajib ditindaklanjuti secara nyata di tingkat daerah.
Luthfi menjelaskan bahwa momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang berdekatan dengan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah menjadi pemacu untuk memperkuat kinerja pembangunan.
Berdasarkan data Pemprov Jateng, angka kemiskinan di Jawa Tengah tercatat mengalami penurunan menjadi 9,21 persen pada Maret 2026, membaik dari posisi Maret 2025 yang berada di angka 9,48 persen.
Pemerintah daerah terus memprioritaskan intervensi program bagi sekitar 3,9 juta warga dalam kelompok rentan (desil 1 hingga 4).
Dari sektor perekonomian, Jawa Tengah mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,71 persen (year on year) pada triwulan II-2026, atau 5,80 persen secara kumulatif pada semester I-2026. Capaian ini melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain pertumbuhan ekonomi, iklim investasi di Jawa Tengah juga menunjukkan performa yang solid. Sepanjang semester I-2026 (hingga triwulan II), nilai realisasi investasi yang masuk ke Jawa Tengah telah menembus angka Rp48,54 triliun dan membuka lapangan kerja bagi lebih dari 200 ribu orang.
Luthfi mengimbau agar keselarasan antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan DPRD terus dijaga demi mempertahankan tren positif ini.
“Itu semua adalah untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Luthfi.


















