Ekonomi

Tarik Investasi Rp5,7 Triliun, Perusahaan Australia PBT Siap Bangun Pabrik Baterai EV di KEK Batang

×

Tarik Investasi Rp5,7 Triliun, Perusahaan Australia PBT Siap Bangun Pabrik Baterai EV di KEK Batang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi jajaran Pure Battery Technologies PBT Australia di Semarang, Senin 3 Agustus 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima audiensi jajaran Pure Battery Technologies PBT Australia di Semarang, Senin 3 Agustus 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menarik investasi hijau berskala internasional.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, memberikan dukungan penuh terhadap rencana investasi perusahaan asal Australia, Pure Battery Technologies (PBT), senilai US$ 350 juta atau sekitar Rp 5,7 triliun.

PBT bakal membangun pabrik pembuat bahan baku baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang.

Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Ahmad Luthfi saat menerima audiensi jajaran direksi PBT di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin, 3 Agustus 2026.

“Saya mendukung proyek dan rencana investasi Anda,” tegas Ahmad Luthfi.

Pabrik tersebut direncanakan memproduksi precursor cathode active material (pCAM) dengan kapasitas produksi empat kali lipat lebih besar dibandingkan fasilitas milik PBT di Jerman.

Chairman PBT, Stephen Wilmot, menyebutkan bahwa proses konstruksi ditargetkan mulai berjalan pada 2027 usai tahap rekayasa (engineering) selesai.

“Kami berharap dapat mulai membangun tahun depan. Selama masa konstruksi, proyek ini diperkirakan menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja,” ujar Stephen Wilmot.

Wilmot menegaskan komitmennya untuk tidak mendatangkan tenaga kerja asing untuk operasional dasar, melainkan melatih warga lokal Jawa Tengah agar memiliki keterampilan industri presisi.

Ia juga mengungkapkan alasannya memilih Jawa Tengah ketimbang lokasi yang dekat dengan tambang nikel, lantaran Jateng dinilai memiliki posisi strategis, SDM melimpah, dan ekosistem manufaktur yang matang.

Gubernur Ahmad Luthfi berpesan agar hasil produksi dan teknologi yang masuk dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta industri dalam negeri.

Guna memastikan proyek berjalan lancar, Pemprov Jateng menginstruksikan percepatan perizinan serta koordinasi lintas lembaga dengan pengelola KEK Batang, KIT Batang, hingga Danantara.