NARASIKOE.COM – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, kemiskinan tidak boleh menghalangi pendidikan.
Anak-anak Jawa Tengah diminta harus tetap sekolah dan tidak boleh putus sekolah
“Sekolah tidak boleh berhenti hanya karena kondisi keluarga kurang mampu,” tegasnya, Senin 13 Juli 2026.
Pada Tahun Ajaran 2026/2027, Pemprov Jateng menggandeng 139 sekolah swasta (56 SMA dan 83 SMK) dengan total 3.663 siswa diterima.
Jumlah ini meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai 2.390 siswa. Di Kota Semarang, 51 siswa diterima di tiga sekolah mitra.
Selain itu, sebanyak 55 siswa menerima bantuan perlengkapan sekolah dan sepatu, sementara orang tua mereka mendapat paket sembako dari Baznas Jateng.
Luthfi juga mengingatkan agar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berlangsung aman dan ramah tanpa perpeloncoan maupun perundungan.
“Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman,” katanya.
Ia menutup kunjungan dengan pesan agar kesempatan pendidikan dimanfaatkan sebaik-baiknya.
“Pendidikan bukan sekadar jalan meraih cita-cita, tetapi juga sarana memutus rantai kemiskinan dan mengangkat derajat keluarga,” ujarnya.


















