NARASIKOE.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, meminta pengamanan data pemerintah terus diperkuat agar informasi strategis tidak mudah diintervensi, dirusak, maupun dibobol pihak yang tidak bertanggung jawab.
Hal itu disampaikan Sumarno saat Rapat Koordinasi Implementasi Pemerintah Digital Jawa Tengah di Gedung Grhadika Bhakti Praja, Kota Semarang, Selasa 21 Juli 2026.
Ia hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
Menurutnya, transformasi digital merupakan keniscayaan dalam pemerintahan modern. Digitalisasi menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, akurat, transparan, dan efisien. Namun, ancaman terhadap sistem elektronik tidak boleh diabaikan.
“Data ini sangat berharga. Jangan sampai dirusak, diintervensi, atau dibobol,” tegasnya.
Sumarno menekankan pentingnya keamanan siber. “Cyber security ini menjadi sesuatu yang sangat penting. Patroli dan pengamanan sistem harus selalu dilakukan,” ujarnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Digital Jateng, Lilik Henry Ristanto, menambahkan rapat koordinasi menjadi momentum memperkuat kolaborasi provinsi dan kabupaten/kota dalam mempercepat implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Evaluasi SPBE 2025 menunjukkan sejumlah daerah di Jateng meraih predikat memuaskan, di antaranya Banyumas, Kota Semarang, Surakarta, Sragen, Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Kudus, dan Rembang. Meski demikian, masih ada daerah yang perlu ditingkatkan kualitas tata kelola digitalnya.
Melalui komitmen bersama, daerah yang sudah maju diharapkan berbagi praktik terbaik dengan daerah lain, sehingga kualitas layanan publik berbasis digital di Jawa Tengah semakin merata, aman, transparan, dan akuntabel.


















