NARASIKOE.COM – Menyongsong Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memacu pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur guna menurunkan biaya logistik serta menumbuhkan titik ekonomi baru.
Pada akhir 2025, pencapaian jalan provinsi berstatus mantap mencapai 2.293,96 kilometer atau 94,01 persen dari total panjang jalan 2.440,12 kilometer. Sementara itu, tingkat kemantapan jembatan mencapai 85,43 persen atau sepanjang 22.733,45 meter.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa konektivitas jalan dan jembatan merupakan urat nadi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata daerah.
“Jalan ini kita bangun bukan sekadar fisiknya, tetapi agar pergerakan orang dan barang bisa berjalan dengan lancar dan aman. Kalau infrastrukturnya baik, konektivitas wilayah meningkat dan ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” kata Ahmad Luthfi pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Percepatan Perbaikan Jalan Perbatasan dan Program Air Pertanian

Memasuki triwulan II-2026, tingkat kemantapan jalan provinsi sempat terkoreksi ke angka 87,79 persen akibat pengikisan aspal oleh curah hujan tinggi sepanjang triwulan I.
Merespons kondisi tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi mengalokasikan anggaran tambahan untuk percepatan perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah, seperti ruas Singget–Doplang–Cepu (Blora), Jepara–Keling, Wiradesa–Kajen (Pekalongan), hingga kawasan perbatasan Wonogiri, Brebes, Pemalang, dan Batang.
Selain sektor transportasi, Pemprov Jateng fokus memperkuat jaringan irigasi guna menjaga status Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional. Hingga awal 2026, Gubernur Ahmad Luthfi telah meresmikan 12 embung baru di berbagai daerah, seperti Embung Karangjati di Blora dan Embung Plosorejo di Sragen.
Kehadiran embung tersebut terbukti meningkatkan frekuensi masa tanam padi petani tadah hujan dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun.

“Dalam pertanian itu kuncinya air. Orang menanam itu kuncinya air. Oleh karena itu kita bangun embung untuk menampung air hujan supaya saat kemarau masih bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah,” ujar Ahmad Luthfi.


















