NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi masyarakat kurang mampu menjelang peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah tahun 2026.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, pemenuhan hak belajar dilakukan melalui penambahan daya tampung sekolah negeri, kolaborasi sekolah swasta, pembinaan atlet muda, hingga program beasiswa ke luar negeri.
Pada tahun ajaran 2026/2027, Pemprov Jateng menyediakan 231.724 kursi di SMA, SMK, dan SLB Negeri yang membebaskan peserta didik dari SPP, iuran wajib, serta paket buku pelajaran.
Guna menjangkau lulusan yang tidak tertampung di sekolah negeri, Pemprov Jateng menggandeng 139 sekolah swasta melalui Program Sekolah Kemitraan.
Program yang menyasar keluarga kurang mampu kategori Desil 1 hingga Desil 4 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) ini menyalurkan bantuan Rp2 juta per murid setiap tahun.
“Pada tahun ajaran 2026/2027, sebanyak 3.676 siswa diterima melalui Sekolah Kemitraan. Jumlah tersebut bertambah 1.273 siswa dibandingkan tahun ajaran sebelumnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, dalam keterangannya.
Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh Rafa Fidianto, anak pengemudi ojek online di Kota Semarang yang kini dapat melanjutkan pendidikan secara gratis di SMA Laboratorium UPGRIS.
“Sebelumnya saya sempat ikut mendaftar ke sekolah negeri, tetapi nilai saya tidak cukup. Saya senang bisa sekolah di sini karena bisa mendapat banyak teman,” kata Rafa pada Senin, 13 Juli 2026.
Bantuan Siswa Miskin dan Penegakan Transparansi SPMB
Pemprov Jateng juga menyalurkan Beasiswa Siswa Miskin (BSM) senilai Rp1 juta kepada 10.000 siswa serta BSM Rp2 juta bagi 1.100 anak tidak sekolah (ATS).
Selain itu, skema BOSDA berbasis siswa miskin juga menjangkau 50.620 peserta didik di berbagai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa seluruh proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) wajib berjalan transparan, terbuka, dan bebas dari intervensi.
“Tidak ada satu pun SMA di tempat kita yang titip-titip. No titip, no jastip. Kalau ada, saya copot kepseknya,” kata Ahmad Luthfi.
Luthfi menggarisbawahi bahwa pendidikan merupakan investasi masa depan yang menjadi kunci utama untuk memutus rantai kemiskinan daerah.
Fasilitas Atlet SMANKO dan Beasiswa Korea Selatan
Perhatian pendidikan juga diarahkan pada pembinaan bakat olahraga melalui SMANKO Jawa Tengah di Kawasan Olahraga Jatidiri, Semarang.
Sebanyak 252 atlet muda dari 21 cabang olahraga mendapatkan fasilitas asrama, pembebasan biaya latihan, uang saku, hingga perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Selain itu, Pemprov Jateng mengulurkan akses pendidikan internasional lewat Program Beasiswa Sister Province ke Korea Selatan.
Program berbasis kompetensi kerja ini difasilitasi penuh oleh pemerintah untuk membantu keluarga kurang mampu meningkatkan taraf hidup.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa per per 22 Juli 2026, sebanyak 59 peserta telah memasuki tahap pengurusan visa jelang pemberangkatan ke Korea Selatan.
“Ini salah satu dari program kita untuk masalah penuntasan kemiskinan,” kata Sumarno.


















