NARASIKOE.COM – Ribuan warga memadati Alun-alun Kidul Kabupaten Boyolali pada Minggu, 30 Agustus 2026, untuk menghadiri puncak penutupan rangkaian hari ulang tahun (HUT) ke-81 Provinsi Jawa Tengah.
Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menyampaikan bahwa perayaan ini mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas sektor sesuai dengan tema “Jawa Tengah Wolung Pulo Siji, Gumregut Nyawiji”.
“Ini adalah bentuk dari apa yang selalu disampaikan Pak Gubernur Ahmad Luthfi, bahwa kita tidak bisa bekerja sendiri, kita bukan Superman, tapi kita harusnya super tim,” kata Sumarno seusai mengikuti ajang lari di Boyolali pada Minggu, 30 Agustus 2026.
Sumarno menjelaskan bahwa istilah gumregut berarti penuh semangat, sedangkan nyawiji mengandung makna menyatu. Semangat tersebut diwujudkan melalui serangkaian kegiatan yang melibatkan keterlibatan masyarakat secara langsung.
“Jadi kita berkolaborasi, gumregut itulah bersemangat, nyawiji kita menyatu,” ujar Sumarno.
Acara ini dimeriahkan oleh ajang Borobudur Friendship Run 5K yang diikuti sekitar 1.000 peserta sebagai bagian dari menyambut Bank Jateng Borobudur Marathon pada 15 November 2026 mendatang.
Selain mengajak masyarakat membiasakan hidup sehat, Pemprov Jateng juga memanfaatkannya sebagai sarana mempromosikan potensi daerah. Panitia membagikan sebanyak 4.500 porsi Soto Boyolali dan sego tumpang gratis kepada pengunjung.
“Ini bagian kita mempromosikan kuliner-kuliner di Boyolali,” tutunya.
Sumarno menambahkan, Boyolali memiliki kekayaan wisata alam di lereng Merapi-Merbabu dan komoditas lokal yang berpotensi dikembangkan melalui sektor sport tourism.
Sektor usaha kecil pun turut mendapat panggung. Direktur Bisnis Dana, Jasa, dan UMKM Bank Jateng, Anna Kusumarita, mengonfirmasi bahwa pihaknya memfasilitasi 10 UMKM terkurasi dengan stan gratis.
“Kehadiran event seperti ini menciptakan perputaran uang secara langsung sekaligus menjadi sarana edukasi transaksi digital bagi masyarakat,” terang Anna Kusumarita.
Kecerian acara dirasakan langsung oleh salah seorang peserta Friendship Run, Zida Haskaria. Warga Boyolali bagian utara ini menarik perhatian lantaran berlari mengenakan kostum petani sambil memanggul hasil bumi seperti pisang, singkong, telur, dan ubi.
“Saya dari Boyolali bagian utara yang rata-rata mayoritas adalah petani. Jadi ini hasil kebunnya saya bawa,” ungkap Zida Haskaria.
Zida berhasil menuntaskan rute 5 kilometer dalam waktu 45 menit walau memboyong beban hasil panen.
“Untuk event-nya ini seru, rutenya juga asyik. Lima kilo itu terasa bahagia, enggak begitu capek karena enggak ada tanjakan cintanya,” kata Zida Haskaria.


















