NARASIKOE.COM – Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali pada Rabu, 19 Agustus 2026, menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan komitmen bersama antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pelbagai lapisan warga, mulai dari jajaran pejabat daerah, mantan kepala daerah, perwakilan petani, pelaku UMKM, hingga ratusan pelajar.
Gubernur Jawa Tengah periode 2008–2013, Bibit Waluyo, menyampaikan pentingnya menjaga ketahanan ekonomi daerah dengan mengoptimalkan sektor agraris sebagai lumbung pangan nasional.
“Jawa Tengah harus kuat ekonominya, sebagai penyangga ketahanan nasional, maka masyarakat Jawa Tengah harus mempeng (tekun) bekerja, bertani, bercocok tanam untuk kesejahteraan keluarga dan bangsa,” kata Bibit Waluyo usai mengikuti upacara pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Apresiasi Pelajar dan Penguatan Program Pendidikan
Dukungan terhadap arah pembangunan juga disampaikan oleh para pelajar SMAN 1 Boyolali yang merasakan langsung manfaat program pendidikan gratis serta akses beasiswa bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Sukma Ananda Gracia, salah seorang siswa SMAN 1 Boyolali, berharap Jawa Tengah semakin maju dan mengajak generasi muda untuk terus mempererat gotong royong.
“Mari bersama-sama kita gotong royong, serta bisa merangkul satu sama lain untuk menjaga dan memajukan Jawa Tengah,” ujar Sukma Ananda Gracia.
Sementara itu, Kristian Unggul Saputra memandang pesan Gubernur Ahmad Luthfi mengenai filosofi nyawiji sebagai seruan untuk menjaga persatuan masyarakat di tengah berbagai tantangan.
“Tadi Gubernur menyampaikan tentang nyawiji, beliau menginginkan kita menjadi satu kesatuan dan kekeluargaan supaya kita tidak terpecah belah,” tuturnya.
Capaian Kinerja Makro dan Komitmen Layanan Dasar
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa di tengah dinamika kondisi global, Pemprov Jateng memprioritaskan program kerja yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat melalui semangat Gumregut Nyawiji.
Ahmad Luthfi turut memaparkan sejumlah indikator capaian pembangunan Jawa Tengah:
- Pertanian dan Pangan: Produksi padi 2025 menembus 9,39 juta ton dan capaian gabah kering giling hingga Juli 2026 mencapai 6,74 juta ton.
- Pertumbuhan Ekonomi dan Investasi: Pertumbuhan ekonomi mencapai 5,80 persen dan realisasi investasi semester I-2026 menembus Rp59,94 triliun.
- Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan: Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,24 persen dengan serapan 460 ribu pekerja baru, serta persentase penduduk miskin menipis hingga 9,21 persen.
- Pendidikan dan Kesehatan: Pembebasan biaya sekolah bagi 231.724 siswa negeri dan 5.004 siswa swasta, penyaluran beasiswa bagi 10.000 siswa miskin, serta layanan kesehatan gratis bagi 21 juta warga.
- Infrastruktur dan Program Nasional: Penuntasan 339.963 unit backlog rumah, penyaluran program Makan Bergizi Gratis kepada sembilan juta warga, pendirian 14 Sekolah Rakyat, serta pembentukan 8.523 Koperasi Desa Merah Putih.
Ahmad Luthfi menutup sambutannya dengan menegaskan bahwa seluruh penghargaan dan capaian keberhasilan yang diraih Provinsi Jawa Tengah merupakan buah dari kerja keras dan kontribusi kolektif seluruh lapisan masyarakat.


















