NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melaksanakan Penilaian Tahap II Penghargaan Industri Hijau Jawa Tengah 2026 pada Rabu–Kamis, 24–25 Juni 2026, di Lantai 10 Gedung Merah Putih Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang.
Ajang ini menjadi bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah, kawasan industri, dan pelaku industri yang menunjukkan komitmen nyata dalam penerapan prinsip industri hijau.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa transformasi menuju industri hijau merupakan keharusan.
“Industri hijau ini bukan sesuatu pilihan, tapi mau enggak mau harus ke industri hijau. Karena tuntutan dunia juga sudah mengarah ke industri hijau,” tegasnya.
Ia menjelaskan, banyak negara tidak lagi menerima produk yang diolah dengan energi tidak ramah lingkungan. Karena itu, kolaborasi diperlukan untuk mentransformasi industri di Jawa Tengah menjadi lebih hijau.
Pada penilaian tahap II, poin tertinggi yang dinilai adalah emisi udara, penggunaan energi hijau, dan penerapan energi terbarukan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah, July Emmylia, menyampaikan bahwa dari 70 peserta seleksi administrasi, sebanyak 18 peserta lolos hingga tahap II.
“Penilaian Tahap II akan menetapkan 3 besar sebagai nominasi juara pertama. Adapun juara pertama nanti untuk setiap kategori akan dinilai langsung oleh Bapak Sekda agar objektivitas tetap terjaga,” jelas Emmy.
Peserta yang lolos terdiri atas:
- Pemerintah daerah: Kabupaten Grobogan, Purbalingga, Demak, Kota Surakarta, dan Kabupaten Magelang.
- Kawasan industri: Wijaya Kusuma, Kendal, dan Terpadu Batang.
- Industri besar/menengah: PT Sango Keramik Indonesia, PT Selalu Cinta Indonesia, PT Semen Grobogan, PT Semen Gresik, dan PT Papro Tbk.
- Industri kecil: PT Ozi Batik (Pekalongan), CV Gemilang Kencana (Wonosobo), PT Pradi Praja Agra Indolan (Purworejo), Krafti Safi (Surakarta), dan CV Batik Gemilang Lawang (Semarang).
Usai acara, Emmy menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana membangun kesadaran.
“Tujuannya bukan menjadi juara, tetapi kesadaran. Kesadaran dan melahirkan pelopor-pelopor yang sadar akan transformasi ke industri hijau,” pungkasnya.


















