NARASIKOE.COM – Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Jawa Tengah di Semarang terus berinovasi membekali siswa dari keluarga kurang mampu dengan keterampilan hidup.
Melalui ekstrakurikuler Market Juara, para siswa dilatih berwirausaha dengan modal gotong royong dari guru dan alumni.
Guru pembimbing Market Juara, Liliek Handoko menjelaskan program ini menjadi wadah praktik nyata dari mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan.
“Di sini mereka bisa mempraktikkan teori dengan aksi nyata,” ujarnya, Jumat 3 Juli 2026.
Modal usaha berasal dari patungan guru pembimbing serta dukungan alumni yang sudah bekerja.
Keuntungan usaha kemudian diputar kembali sebagai modal agar program berkelanjutan.
Saat ini terdapat dua unit usaha aktif, yakni spray antibau helm Helmora dan paket wisata Dusun Tayeman, Kopeng, lereng Gunung Merbabu.
Produk Helmora, berbahan ekstrak kulit nanas, lemon, dan daun sirih, telah terjual hampir 100 botol sejak Februari 2026.
Uji laboratorium Balabkes Jateng menunjukkan kandungan flavonoid, tanin, fenol, dan minyak atsiri mampu memberi aroma segar sekaligus melawan kuman.
Helmora dipasarkan daring dan saat Car Free Day, dengan harga Rp8.000 (60 ml) dan Rp15.000 (100 ml).
Sementara itu, paket wisata Dusun Tayeman menawarkan pengalaman slow living, tracking Gunung Andong, hingga kesenian tradisional Soreng. Tarif Rp100.000 per orang bahkan diminati wisatawan mancanegara, termasuk dari Jepang.
“Harapannya, ini menjadi pilot project agar siswa bisa belajar berwirausaha meski dimulai dari usaha kecil. Kami ingin usaha ini memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkas Liliek.


















