NARASIKOE.COM – Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus diposisikan sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah sekaligus penopang kebutuhan nasional. Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Jawa Tengah memasang target produksi padi sebesar 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG) pada tahun 2026.
Hingga periode Januari–Juli 2026, realisasi produksi padi Jateng diproyeksikan telah menembus angka 6,74 juta ton GKG atau sekitar 63,43 persen dari target tahunan.
“Petani bukan sekadar penanam, tetapi penjaga masa depan bangsa,” ujar Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi di Semarang, Senin, 17 Agustus 2026.

Pada tahun 2025 lalu, produksi padi Jawa Tengah tercatat mencapai 9,39 juta ton GKG dari luas panen 1,67 juta hektare. Capaian tersebut menyumbang sekitar 15 persen terhadap total produksi pangan nasional.
Guna mempertahankan capaian tersebut pada 2026, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan benih dan sarana produksi untuk lahan padi seluas 47.200 hektare, jagung 3.200 hektare, kedelai 3.000 hektare, cabai 310 hektare, serta bawang merah seluas 25 hektare.
Mekanisasi Modern dan Perlindungan Lahan Sukses Naikkan Indeks Tanam
Upaya menggenjot hasil panen dilakukan melalui modernisasi pertanian, seperti penerapan mekanisasi terintegrasi “sistem sepur” yang memangkas waktu pengolahan lahan seluas dua hektare dari 10 hari menjadi satu hari.
Dukungan sarana irigasi perpompaan (irpom) dan perpipaan juga dirasakan langsung oleh para petani, salah satunya Kelompok Tani Budi Luhur di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang.
“Sejak mendapat bantuan irpom, petani di sini bisa merasakan panen tiga kali,” kata anggota Kelompok Tani Budi Luhur, Karyono.

Selain bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan)—seperti 100 unit mesin penanam padi, 86 traktor crawler, hingga 17 ribu pompa air—Pemprov Jateng memperketat perlindungan lahan. Sebanyak 26 kabupaten/kota di Jawa Tengah kini telah memenuhi target perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 87 persen.
Untuk melindungi petani dari risiko gagal panen akibat cuaca ekstrem, Pemprov Jateng mengalokasikan program Asuransi Usaha Tani Padi seluas 10.449 hektare serta subsidi suku bunga untuk 800 paket pembiayaan.
Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menambahkan bahwa kelancaran distribusi menjadi fokus utama selanjutnya untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran.

Jateng targetkan 10,55 juta ton GKG pada 2026. Gubernur Ahmad Luthfi perkuat mekanisasi, jaringan irigasi, dan perlindungan lahan LP2B


















