Berita

Gus Yasin Minta Pengoperasian Industri di Jateng Diimbangi Ekosistem Energi Terbarukan

×

Gus Yasin Minta Pengoperasian Industri di Jateng Diimbangi Ekosistem Energi Terbarukan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Semarang, Rabu 12 Agustus 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memberikan sambutan pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Semarang, Rabu 12 Agustus 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mempercepat pemerataan pengembangan Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

Pemanfaatan EBT dinilai tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga menjadi penopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Rabu 12 Agustus 2026.

Gus Yasin menyampaikan bahwa pesatnya arus investasi dan masuknya industri ke Jawa Tengah harus diimbangi dengan ketersediaan ekosistem energi ramah lingkungan.

“Kami butuh energi terbarukan itu benar-benar bisa merata di Jawa Tengah. Kita butuh ekosistem di Jawa Tengah tumbuh tapi tidak merusak lingkungan,” tegas Gus Yasin, Rabu (12/8/2026).

Komitmen Jawa Tengah dalam transisi energi hijau dibuktikan dengan realisasi bauran energi terbarukan yang tercatat mencapai 22,33 persen pada tahun 2025. Angka ini resmi melampaui target Rencana Umum Energi Daerah (RUED) Jateng yang dipatok sebesar 21,32 persen.

Capaian tersebut menjadi fondasi utama bagi Pemprov Jateng untuk terus memaksimalkan berbagai potensi EBT daerah, seperti:

  • Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS): Termasuk pengembangan PLTS Terapung dan Eco-Pesantren.
  • Energi Hidro & Panas Bumi: Pengembangan PLTM/PLTMH dan pemanfaatan geotermal.
  • Biomassa dan Biogas: Pemanfaatan limbah peternakan dan industri kecil di pedesaan.
  • Pertanian Berbasis EBT: Penggunaan pompa air tenaga surya untuk sistem irigasi serta penguatan program Desa Mandiri Energi.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyoroti ketergantungan Indonesia terhadap impor energi fosil di tengah melimpahnya potensi energi terbarukan nasional.

Menurut Eddy, langkah Pemprov Jateng dalam menggalakkan EBT di tingkat daerah merupakan model ideal untuk menciptakan pembangunan nasional yang berkelanjutan.

“Kalau kita kembangkan sumber-sumber energi terbarukan yang ada di seluruh Indonesia, rasanya kita enggak perlu impor lagi. Ketahanan energi nasional kita bisa kita kuatkan tanpa merusak lingkungan,” tandas Eddy Soeparno.