NARASIKOE.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan komitmennya untuk mengawal program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dijalankan mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Prof. KH. Saifuddin Zuhri (Saizu) Purwokerto.
Program KKN Angkatan ke-58 ini akan berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026, dengan fokus pada validasi data kemiskinan dan pengembangan UMKM desa.
Dalam acara pelepasan mahasiswa KKN di halaman rektorat kampus, Rabu 15 Juli 2026, Gus Yasin berdialog langsung dengan mahasiswa mengenai persoalan yang akan dihadapi di lokasi KKN, mulai dari kemiskinan, UMKM, hingga pendidikan.
“Data-data kemiskinan ini perlu dikawal. Dengan adanya KKN, kami akan lebih tahu lagi apakah data itu sudah benar atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, Gus Yasin meminta mahasiswa turut memetakan potensi ekonomi desa.
Hasil identifikasi nantinya akan dikawal pemerintah melalui pendampingan perizinan, sertifikasi halal, peningkatan kualitas produk, hingga perluasan pemasaran.
Ia mencontohkan komoditas petai yang bisa diolah menjadi produk bernilai tambah seperti keripik.
Salah satu peserta KKN, Anggi Fatika Rosidi, menyebut kelompoknya akan ditempatkan di Desa Berta, Kecamatan Susukan, Banjarnegara.
Selain mendampingi UMKM anyaman besek dan sektor pertanian, kelompoknya juga fokus mengatasi tingginya angka putus sekolah. “Kami ingin mendorong anak-anak agar mau melanjutkan pendidikan,” katanya.
Sebagai informasi, sebanyak 2.336 mahasiswa mengikuti KKN Berdampak Angkatan ke-58 UIN Saizu.
Sebanyak 1.790 mahasiswa ditempatkan di Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen, sementara 446 mahasiswa lainnya untuk pertama kalinya melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Program ini juga melibatkan 131 mahasiswa kolaborasi dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia.


















