NARASIKOE.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut terbuka pelaksanaan audit pendahuluan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel (good governance).
Komitmen tersebut disampaikan Taj Yasin dalam acara Entry Meeting Pemeriksaan Pendahuluan BPK di kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Senin, 31 Agustus 2026.
Taj Yasin menegaskan bahwa seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng bersikap kooperatif dan siap menyajikan data secara transparan selama proses pemeriksaan berlangsung.
“Untuk setiap OPD yang akan diperiksa atau ada penilaian, apa yang perlu disiapkan, langsung disiapkan,” kata Gus Yasin.
Dia menilai kehadiran BPK menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kinerja serta menyempurnakan manajemen anggaran dan program pembangunan daerah.
“Saya yakin bahwa pemeriksaan dan penilaian kali ini adalah untuk memperbaiki dan memberikan masukan yang bagus buat pemerintahan kami semakin bersih, semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPK Perwakilan Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Luthfi H. Rahmatullah, memaparkan terdapat empat fokus utama dalam pemeriksaan tematik kali ini.
Empat aspek tersebut meliputi pemeriksaan kinerja ketahanan energi, peningkatan produksi dan keterjangkauan pangan secara berkelanjutan, kepatuhan pengelolaan bidang pendidikan, serta kepatuhan atas pengelolaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP).
Ahmad Luthfi H. Rahmatullah menjelaskan bahwa evaluasi ini selaras dengan arah kebijakan RPJMN 2025–2029 dan Renstra BPK 2025–2029 guna memastikan program pemerintah terukur dampaknya.
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memastikan seluruh kebijakan Pemprov Jateng berjalan sesuai target regulasi dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


















