Berita

Buka Khotmil Quran di Wonosobo, Wagub Taj Yasin: Jangan Sampai Al-Qur’an Hanya Berhenti di Hafalan

×

Buka Khotmil Quran di Wonosobo, Wagub Taj Yasin: Jangan Sampai Al-Qur’an Hanya Berhenti di Hafalan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat di Ponpes Darussalilin Wonosobo (foto: Pemprov Jateng)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat di Ponpes Darussalilin Wonosobo (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong para santri penghafal Al-Qur’an (hafiz-hafizah) untuk tidak sekadar berhenti pada pencapaian hafalan teks, melainkan aktif mengamalkan nilai-nilai luhur Al-Qur’an di tengah kehidupan bermasyarakat.

Pesan tersebut ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menyampaikan mauidhah hasanah dalam gelaran Khotmil Quran Bil Hifdzi Pondok Pesantren Darussalilin, Ma’had Ilmu Al Quran (MIQ) Al Hikam, Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, Selasa, 8 September 2026.

Menurut Taj Yasin, keberkahan Al-Qur’an baru akan terpancar sempurna apabila mewujud dalam sikap, etika, dan perilaku sosial para santri sehari-hari.

“Jangan sampai Al-Qur’an hanya berhenti di hafalan. Nilai-nilai Al-Qur’an harus kita amalkan di masyarakat,” ujar Taj Yasin di hadapan para jamaah dan wisudawan.

Ia menggarisbawahi bahwa kemampuan menghafal kitab suci merupakan sebuah keistimewaan besar yang dibarengi dengan amanah moral yang berat.

Momen khataman pun diminta tidak dimaknai sebagai titik akhir perjuangan, melainkan langkah awal menjadi teladan di tengah warga.

“Ini tidak lain adalah untuk mencari keberkahan Al-Qur’an. Kita semua memiliki niat masing-masing. Dalam khataman Al-Qur’an ini, mari kita berdoa, dan insyaallah berkat Al-Qur’an semuanya dikabulkan dan dicatat oleh Allah SWT,” tutur sosok yang memimpin Jawa Tengah mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Taj Yasin menegaskan komitmen Pemprov Jawa Tengah untuk terus memberikan perhatian dan perlindungan sosial bagi para penghafal Al-Qur’an.

Pemberian apresiasi atau bisyaroh merupakan bentuk penghormatan resmi dari negara, sekaligus ikhtiar spiritual agar penyelenggaraan pemerintahan di Jawa Tengah senantiasa mendapat keberkahan.

“Kalau mereka khatam Al-Qur’an dan diwisuda di Jawa Tengah, itu menjadi kewajiban pemerintah untuk memberikan apresiasi,” tegas Wagub.

Sikap takzim terhadap pengemban Al-Qur’an ini diteladani Taj Yasin dari kisah sahabat Nabi, Sayyidina Anas bin Malik, yang senantiasa memuliakan dan menyambut gembira siapa saja yang menyelesaikan bacaan kitab suci hingga khatam.

Sebagai wujud konkret dukungan pemerintah daerah pada acara tersebut, Pemprov Jawa Tengah menyerahkan bantuan bisyaroh kepada 11 orang santri atas keberhasilan mereka menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an.

“Semoga kehadiran kita semua benar-benar membawa begitu banyak nikmat dan keberkahan, khususnya keberkahan Al-Qur’an,” pungkas Taj Yasin.