Berita

Gubernur Ahmad Luthfi Paparkan Konsep Trisula Pembangunan Jawa Tengah di Bappenas

×

Gubernur Ahmad Luthfi Paparkan Konsep Trisula Pembangunan Jawa Tengah di Bappenas

Sebarkan artikel ini
Gubernur Ahmad Luthfi dalam penilaian Tahap III PPD 2026 di Bappenas (foto: Pemprov Jateng)
Gubernur Ahmad Luthfi dalam penilaian Tahap III PPD 2026 di Bappenas (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimis menghadapi penilaian Tahap III ajang Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Jawa Tengah berhasil menembus posisi tiga besar nasional kategori provinsi dan bersaing ketat dengan Provinsi Jawa Barat serta DKI Jakarta.

Dalam pemaparannya di hadapan tim penilai independent yang terdiri dari Ignasius Jonan, Djohermansyah Djohan, dan Restuardy Daud.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menyampaikan strategi utama pembangunan daerah yang dirangkum dalam Konsep Trisula Pembangunan.

Konsep tersebut berfokus pada tiga pilar utama:

  1. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
  2. Percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.
  3. Penurunan angka kemiskinan secara terintegrasi.

“Kita tetap optimistis. Pencapaian masuk tiga besar ini memberikan semangat dalam menyusun perencanaan pembangunan Jawa Tengah. Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan tanpa arah yang jelas dan harus bersambung dari kebijakan pusat (RPJMN), provinsi (RPJMD), hingga tingkat desa,” ujar Ahmad Luthfi didampingi Kepala Bappeda Jateng Yusmanto.

Dalam kesempatan tersebut, Pemprov Jateng memaparkan sejumlah capaian indikator makro ekonomi dan sosial. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada Semester I-2026 tercatat mencapai 5,80 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,45 persen.

Pada periode yang sama, angka kemiskinan berhasil ditekan ke angka 9,21 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di level 4,3 persen.

Dari sektor investasi, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang Semester I-2026 telah menyentuh angka Rp59,94 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 213 ribu orang (melanjutkan tren positif realisasi investasi tahun 2025 yang mencapai Rp110 triliun).

Di sektor kesehatan dan SDM, Pemprov Jateng mengandalkan program unggulan Dokter Spesialis Keliling (Speling). Sejak 2025 hingga 27 Agustus 2026, program Speling telah menjangkau 1.607 titik di 1.466 desa/kelurahan dengan total penerima manfaat lebih dari 128 ribu warga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, menambahkan bahwa proses penilaian Tahap III PPD 2026 diwarnai dengan pendalaman dan diskusi kritis terkait dampak langsung dari setiap program yang telah dijalankan.

“Suasananya lebih banyak diskusi. Yang dilihat tim penilai adalah dampaknya, bagaimana apa yang kita rencanakan dan lakukan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Sumarno.