NARASIKOE.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, secara resmi melepas keberangkatan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Jawa Tengah dari rumah dinasnya di Kota Semarang, Minggu, 23 Agustus 2026.
Sebanyak 21 orang yang terdiri atas peserta, pelatih, dan pendamping dijadwalkan bertanding dalam ajang tingkat nasional tersebut di Kota Makassar dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, pada 24–30 Agustus 2026.
Dalam pelepasan tersebut, figur yang akrab disapa Gus Yasin ini mengingatkan seluruh kontingen untuk senantiasa menjaga martabat daerah serta memegang teguh etika ketimuran selama berada di lokasi perhelatan.
“Saya berpesan agar di sana tetap menjaga kesopanan dan adat istiadat Jawa Tengah,” tegas Taj Yasin.
Selain aspek etika, Taj Yasin menekankan bahwa ajang MTQ Korpri harus dimaknai sebagai momentum mendalam untuk meresapi nilai-nilai Al-Qur’an.
Peserta yang tampil di berbagai cabang diingatkan agar tidak hanya mengejar keindahan bacaan, melainkan juga memahami kandungan ayat yang dilantunkan secara tartil.
“Kalau itu dilaksanakan dengan baik, insyaallah hadiahnya adalah prestasi yang akan membanggakan Jawa Tengah,” tambahnya.
Para peserta dari kontingen Jawa Tengah menyatakan kesiapannya untuk berjuang meraih hasil terbaik usai menjalani serangkaian pemusatan latihan mandiri maupun bimbingan intensif.
Salah satu peserta kafilah MTQ Korpri Jawa Tengah, Artiyah, menyampaikan optimismenya jelang keberangkatan ke Pulau Sulawesi.
“Semoga diberi kemudahan,” kata Artiyah singkat saat mengomentari kesiapan timnya.
Artiyah menceritakan bahwa kompetisi MTQ Korpri saat ini terus mengalami perkembangan dari segi ragam kategori perlombaan yang makin bervariasi.
Kategori yang dipertandingkan tidak lagi terbatas pada hafalan dan bacaan Al-Qur’an, melainkan telah meluas hingga seni kaligrafi, pendalaman tafsir kandungan Al-Qur’an, serta penulisan karya ilmiah.
Kafilah Jawa Tengah optimistis mampu bersaing secara sehat serta membawa pulang piala kemenangan untuk mengharumkan nama provinsi di tingkat nasional.


















