NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat pelosok melalui Program Dokter Spesialis Keliling (Speling).
Langkah jemput bola ini menjadi solusi bagi warga desa yang selama ini terkendala jarak, biaya, serta transportasi untuk mengakses rumah sakit.
Salah satu penerima manfaat adalah Retno, warga Desa Kapulogo, Kecamatan Kepil, Kabupaten Wonosobo. Untuk membawa anaknya yang mengalami gangguan pembekuan darah di otak ke dokter spesialis saraf, ia sebelumnya harus menempuh perjalanan sejauh 36 kilometer menuju rumah sakit terdekat.
Keterbatasan biaya dan kendaraan sempat membuat pengobatan anaknya terhenti, hingga akhirnya pelayanan Speling hadir di balai desanya pada Kamis, 30 Juli 2026.
“Saya terbantu. Kendala kami memang tidak punya kendaraan, jadi sempat berhenti berobat. Dari sini kami bisa berobat lagi,” tutur Retno pada Kamis, 30 Juli 2026.
Manfaat serupa dirasakan oleh Jamsari (15 tahun menderita diabetes) di Desa Pidodo Kulon, Kendal, serta Feni Anindya (16 tahun) di Purwokerto yang memanfaatkan layanan konsultasi kesehatan jiwa untuk perencanaan masa depannya.
Skrining Gratis dan Intervensi Dini

Sejak digulirkan pada Maret 2025 di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program Speling difokuskan untuk menangani lima persoalan utama: skrining tuberkulosis (TBC), pemeriksaan kanker serviks, kesehatan jiwa, pemeriksaan ibu hamil, serta penanganan stunting pada balita.
Hingga 13 Agustus 2026, Speling telah digelar sebanyak 1.553 kali di 1.378 desa yang tersebar pada 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, dengan total 128.109 warga yang mendapatkan penanganan langsung.
Dari pemeriksaan yang berjalan, tim medis berhasil melakukan pendeteksian dini terhadap 3.311 ibu hamil berisiko tinggi dari total 15.848 orang yang diperiksa, memetakan 1.358 warga yang membutuhkan pendampingan kesehatan jiwa, serta menemukan 497 kasus indikasi kanker serviks untuk dirujuk lebih lanjut.
Sinergi Program Nasional dan Target Akhir Tahun

Program Speling juga diintegrasikan dengan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) milik pemerintah pusat. Sinergi ini mengantarkan Jawa Tengah meraih capaian CKG tertinggi nasional pada periode Januari hingga Juli 2026, dengan total 14.248.868 warga yang terlayani.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, menegaskan bahwa seluruh temuan penyakit di lapangan dipastikan mendapat penanganan lanjutan secara tuntas melalui sistem rujukan terpadu.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM dan penurunan angka kemiskinan tidak lepas dari pemenuhan hak kesehatan masyarakat.
“Jadi kita dorong tidak hanya pelayanan di rumah sakit tapi juga di desa. Masyarakat desa akan senang mereka dapat layanan kesehatan gratis, bisa periksa kesehatan ke dokter spesialis, anaknya yang stunting juga ditangani, termasuk kesehatan jiwa dan sebagainya,” ujar Ahmad Luthfi.
Pemprov Jateng menargetkan program Speling dapat menjangkau 284 ribu warga desa hingga akhir tahun 2026.


















