Berita

Hargai Jelantah Rp7 Ribu per Liter, Pemprov Jateng dan PKK Perkuat Program Ekonomi Keluarga

×

Hargai Jelantah Rp7 Ribu per Liter, Pemprov Jateng dan PKK Perkuat Program Ekonomi Keluarga

Sebarkan artikel ini
ilustrasi minyak jelantah (pixabay/ivabalk)
ilustrasi minyak jelantah (pixabay/ivabalk)

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi bersama Tim Penggerak PKK Jawa Tengah terus menggalakkan pemanfaatan limbah rumah tangga melalui Gerakan Minyak Jelantah Jadi Rupiah.

Program ini menyulap minyak goreng bekas yang selama ini mencemari lingkungan menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

Penguatan program pemberdayaan ekonomi tersebut dibahas dalam audiensi Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen bersama TP PKK Kota Salatiga di Rumah Dinas Wagub, Semarang, Rabu, 5 Agustus 2026.

Nawal Arafah Yasin menjelaskan, skema pengumpulan minyak jelantah dikelola oleh kader PKK dan Posyandu di tingkat desa/kelurahan, sebelum dijemput oleh operator dan dicatat secara digital.

“Setiap satu liter minyak jelantah dihargai Rp7.000. Rinciannya, Rp5.000 menjadi hak masyarakat dan Rp2.000 dialokasikan untuk operasional kader PKK. Permintaan ATM penukaran minyak jelantah dari masyarakat saat ini sangat tinggi,” ungkap Nawal.

Nawal menambahkan, kolaborasi yang menggandeng PT BioSirkular Inovasi Indonesia dan PT Gapura Mas Lestari (GML) ini menjadi solusi kreatif pemberdayaan warga di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Inovasi ‘Sejuta Mijel’ dari Kota Salatiga

Gerakan ini turut memicu lahirnya berbagai inovasi lokal di tingkat kabupaten/kota. Salah satunya disuarakan oleh Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, melalui program Sejuta Mijel (Sedekah Jelantah untuk Amal).

Program tersebut mewajibkan sekaligus mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Salatiga untuk menyedekahkan minyak jelantahnya demi kegiatan sosial.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyambut positif kolaborasi terpadu tersebut sebagai bukti bahwa pengelolaan sampah memberikan keuntungan ganda.

“Penanganan sampah itu tidak ada rugimya. Paling tidak ini mengurangi beban kebutuhan rumah tangga, lingkungan menjadi sehat, dan ada nilai ekonomis yang kembali ke masyarakat,” tutur Wagub yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.