Berita

Tak Mau Ada Aset Mangkrak, Pemprov Jateng Libatkan UPT Bapenda Cari Penyewa

×

Tak Mau Ada Aset Mangkrak, Pemprov Jateng Libatkan UPT Bapenda Cari Penyewa

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno

NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal mengerahkan pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) di 35 kabupaten/kota untuk mempromosikan aset milik Pemprov agar lebih produktif dan mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sekda Jateng, Sumarno, menyebut strategi ini dipilih karena aset tersebar di seluruh daerah.

Dengan melibatkan UPT yang dekat dengan lokasi aset, proses promosi dan penjajakan kerja sama dengan calon mitra diharapkan lebih cepat dan efektif.

“Marketing yang memasarkan adalah teman-teman UPT, karena lokasinya lebih dekat,” ujarnya dalam FGD Transformasi Tata Kelola Aset di Gedung Merah Putih, Semarang, Selasa 21 Juli 2026.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk memperkuat pengelolaan aset daerah.

Sebagai alternatif dari pembentukan biro khusus yang tidak disetujui Kemendagri, Pemprov membentuk Satgas Pandawa (Satuan Tugas Pemberdayaan Aset Berjiwa Wirausaha).

Ketua Satgas Pandawa, Dhoni Widianto, menyebut strategi ini sudah menunjukkan hasil.

Dalam periode Juni–Juli 2026, Satgas berhasil mendorong kerja sama pemanfaatan 13 aset milik Pemprov.

“Sudah ada tambahan 13 calon penyewa. Harapan kami aset-aset itu memberi nilai tambah pada PAD,” katanya.

Meski begitu, tantangan masih ada, terutama memperluas publikasi agar semakin banyak calon mitra mengetahui aset yang tersedia, serta membenahi aset yang belum layak dimanfaatkan.

Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan optimalisasi aset adalah langkah memperkuat kemandirian fiskal daerah.

“Aset tidak boleh hanya tercatat sebagai kekayaan daerah, tetapi harus memberi manfaat ekonomi melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” tegasnya.

Saat ini Pemprov Jateng mengelola 8.866 bidang tanah dan 24.098 unit bangunan.

Dengan strategi baru, diharapkan semakin banyak aset produktif yang mendukung PAD, mengurangi beban pemeliharaan, serta menopang pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik.