Berita

Gus Yasin Gagas Kerja Sama Pesantren Jateng–Malaka

×

Gus Yasin Gagas Kerja Sama Pesantren Jateng–Malaka

Sebarkan artikel ini
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Pimpinan Pesantren Al Muhibbin Malaka di Semarang, 13 Juli 2026 (foto: Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Pimpinan Pesantren Al Muhibbin Malaka di Semarang, 13 Juli 2026 (foto: Pemprov Jateng)

NARASIKOE.COM – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memperluas implementasi kerja sama sister province antara Jawa Tengah dan Malaka, Malaysia, dengan menjajaki kolaborasi antarpesantren.

Agenda ini mencakup pertukaran santri, pertukaran guru, serta penguatan jejaring pendidikan Islam.

Rencana tersebut disampaikan Gus Yasin saat menerima kunjungan silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren Al Muhibbin Malaka, Ustaz Muhammad Hadi Al Muhibbin, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng.

Menurutnya, kerja sama di tingkat pemerintah daerah perlu diterjemahkan lebih luas ke lembaga pendidikan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

“Dengan adanya kerja sama G2G, di bawahnya nanti bisa kita sambungkan semuanya, termasuk antarpondok pesantren,” tegasnya, Seni 133 Juli 2026.

Selain memperkuat hubungan internasional, Pemprov Jateng juga meningkatkan kualitas SDM pesantren melalui Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren.

Tahun 2026, program ini mencatat 941 pendaftar untuk jenjang S1, S2, dan S3, baik dalam negeri maupun luar negeri, termasuk Mesir, Yaman, China, dan Filipina. Menariknya, sejumlah santri memilih bidang sains, teknologi, hingga kedokteran.

Ustaz Muhammad Hadi Al Muhibbin menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai hubungan Indonesia–Malaysia memiliki akar sejarah panjang dan kerja sama pesantren akan memperkuat keilmuan kedua wilayah.

“Silaturahmi seperti ini menjadi jalan untuk memperkuat hubungan pendidikan Islam,” ujarnya.

Kolaborasi pesantren Jateng–Malaka diharapkan menjadi pintu masuk bagi pertukaran pelajar dan pengembangan jejaring pendidikan lintas negara, sekaligus memperkuat posisi pesantren sebagai pusat pengembangan ilmu dan peradaban.