NARASIKOE.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mempercepat eliminasi penyakit kusta.
Program ini difokuskan pada skrining dan deteksi dini guna memutus rantai penularan serta memastikan pengobatan berkelanjutan bagi penyintas.
Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Jumat 10 Juli 2026.
Dalam kesempatan itu, Luthfi bersama gubernur lain membacakan komitmen percepatan eliminasi kusta di daerah masing-masing.
“Kusta bukan kutukan, penyakit ini ada obatnya. Bupati dan Wali Kota harus diberi target untuk melakukan terobosan deteksi dini,” tegas Luthfi.
Data menunjukkan, kasus kusta di Jateng masih cukup tinggi. Tahun 2025 tercatat 1.541 kasus, sementara hingga triwulan II 2026 ditemukan 837 kasus.
Menurut Luthfi, tingginya temuan kasus justru membuktikan deteksi dini berjalan baik sehingga pengobatan bisa dilakukan secara berkala.
Program Speling akan digalakkan dengan tambahan skrining kusta. Data dari kabupaten/kota akan dikumpulkan di tingkat provinsi untuk intervensi lebih lanjut.
Penyintas kusta akan mendapatkan pengobatan berkelanjutan dengan durasi 6–24 bulan yang tidak boleh terputus.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan strategi eliminasi kusta hanya satu: temukan sebanyak mungkin penderita lalu obati.
“Masalahnya adalah telat terdeteksi. Maka untuk mengeliminasi kusta harus ditingkatkan lagi pendeteksiannya,” ujarnya.
Dengan sinergi pemerintah pusat dan daerah, Jawa Tengah menargetkan eliminasi kusta dapat dipercepat melalui pendekatan komprehensif berbasis deteksi dini, pengobatan berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat.


















