NARASIKOE.COM – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri Tahun Ajaran 2026/2027 berjalan lancar, transparan, dan bebas praktik titip-menitip.
Hal itu ditegaskan setelah ia meninjau langsung Posko SPMB di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan SMAN 3 Semarang, Sabtu 13 Juni 2026.
Dalam pemantauan tersebut, Luthfi menyebut pelayanan kepada masyarakat berlangsung optimal tanpa keluhan berarti.
“Masyarakat tidak ada yang komplain, bahkan mereka memberikan bintang lima. Artinya pelayanan dari dinas dan staf sangat baik dan luar biasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kendala yang muncul umumnya terkait penggunaan aplikasi pendaftaran, seperti unggah dokumen dan pengisian data.
Namun, seluruh persoalan dapat segera diatasi melalui pendampingan petugas.
“Rata-rata belum bisa mengaplikasikan terkait unggah data dan sebagainya, tetapi semuanya sudah kita bantu,” katanya.
Gubernur juga mengapresiasi dedikasi petugas yang tetap siaga melayani masyarakat, termasuk pada hari libur. Saat meninjau SMAN 3 Semarang, ia mendapati guru-guru membantu orang tua dan calon peserta didik.
“Contohnya ibu ini, kita berusaha membantu agar bisa terakomodasi. Ini salah satu bentuk pelayanan agar anak-anak kita bisa menentukan pilihan pendidikan terbaik. Mereka adalah aset daerah dan masa depan Jawa Tengah,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Luthfi kembali menegaskan komitmen integritas SPMB melalui slogan “No Titip-Titip, No Jastip”.
Ia menjelaskan seluruh jalur penerimaan sudah memiliki kuota jelas sejak awal: untuk SMA Negeri terdiri atas jalur domisili 33 persen, afirmasi 32 persen, prestasi 30 persen, dan mutasi 5 persen.
Sedangkan SMK Negeri meliputi jalur prestasi 75 persen, afirmasi 15 persen, dan domisili 5 persen.
“Percayalah, kita bisa merekrut peserta didik secara profesional, sesuai ketentuan, dan tidak melanggar hukum. SPMB 2026 harus lebih baik dari tahun sebelumnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Tengah, Sadimin, menjelaskan penguatan sistem teknologi informasi dilakukan bersama Diskomdigi Jateng dan perusahaan teknologi internasional Alibaba.
Sistem pendaftaran kini menggunakan cloud server auto scaling yang mampu menyesuaikan kapasitas secara otomatis mengikuti lonjakan jumlah pendaftar.
“Kami menjamin perlindungan penuh terhadap data pribadi siswa dari risiko kebocoran data maupun serangan siber,” kata Sadimin.
Selain itu, sistem cadangan multi-zone disiapkan agar layanan tetap berjalan meski terjadi gangguan pada salah satu pusat data.
Dengan penguatan teknologi dan komitmen integritas, Pemprov Jateng berharap SPMB 2026 menjadi lebih baik, transparan, dan memberikan kesempatan setara bagi seluruh calon peserta didik.


















